Kompas.com - 17/12/2021, 16:21 WIB

KOMPAS.com - Ecoxyztem dengan UNDP Accelerator Labs berkolaborasi menggelar kegiatan "Urban Innovation Challenge", program pengembangan kapasitas untuk mengatasi masalah pembangunan.

Kegiatan yang berlangsung sejak Oktober 2021 ditutup pada puncak acara Demo Day pada hari Kamis (16/11/2021) dan berhasil menyaring 12 komunitas/organisasi akar rumput dari 127 aplikasi yang masuk dari berbagai kota di Indonesia.

Isu dan permasalahan urban yang diangkat berfokus pada tiga tema yakni; (1) Kota Pintar atau Smart City, (2) Pengelolaan Sampah, dan (3) UMKM dan Digitalisasi.

Inovasi-inovasi sosial yang diciptakan oleh para komunitas di Indonesia masih belum banyak dikenal masyarakat dan seringkali terabaikan. Padahal banyak sekali produk-produk yang bernilai dan mampu bersaing di pasar Indonesia," ujar Prof. Ahmad Najib Burhani - Institute of Social Sciences and Humanities (ISSH), BRIN dalam sambutan acara.

"Diharapkan dengan adanya acara UIC ini, inovasi-inovasi sosial dari masyarakat dapat lebih dikenal dan dapat saling melengkapi dalam kehidupan bermasyarakat," tambah Prof. Ahmad.

Dalam kesempatan sama, Sophie Kemkhadze, Deputy Resident Representative, UNDP Indonesia menyampaikan, kota-kota di Indonesia memiliki kapasitas untuk mendorong pertumbuhan inklusif dan keberlanjutan serta menjadi alat untuk meningkatkan kohesi dan kesetaraan sosial.

"Urban Innovation Challenge adalah upaya kami untuk mendorong inovasi akar rumput dan memfasilitasi kolaborasi antara masyarakat dan inovator untuk lebih memajukan pembangunan perkotaan menuju pencapaian SDGs," jelas Sophie.

Sebanyak 11 komunitas/organisasi terlibat dalam gelaran ini yakni Urban Lotus, Fokkalis, Millennials Farmer (Milfa), Gotiz, CEGAS Studio, Sayur Sleman, Layar UMKM, Aliansi Kuliner Indonesia (KUL-IND), AIUEO Kreasi Energi, HAKLI, dan Blue Lens Initiative.

Selama kurang lebih 1 bulan, mereka menerima dukungan berupa workshop dan mentorship yang intensif dari para mentor dan narasumber yang memiliki latar belakang keahlian dalam tiga topik utama Urban Innovation Challenge.

Baca juga: Dorong Pemajuan Kebudayaan, FSR IKJ Gelar Seminar Pusaran Urban

Para mentor dan narasumber berasal dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yayasan Kota Kita, Rame Rame Jakarta, Design Ethnography Lab. (DE:Lab), Resilience Development Initiative (RDI), Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH (GIZ), Kopernik, dan Jabar Digital Service.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.