Kompas.com - 07/01/2022, 19:39 WIB
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Membesarkan anak menjadi tanggung jawab besar semua orangtua. Terlebih bagi orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus pasti memiliki tantangan lebih besar.

Anak yang memiliki karakteristik spesifik pada fisik, mental dan perilaku sosial seperti gangguan komunikasi, kesulitan interaksi sosial, gangguan emosi dan lain-lain memerlukan strategi dan pendekatan khusus dalam penanganannya.

Fakta yang sering terjadi di masyarakat, orangtua yang bekerja lebih nyaman jika pengasuhan cucu dilakukan oleh orangtua mereka dibandingkan orang lain, seperti baby sitter.

Baca juga: Wujudkan Kampus Bebas Kekerasan Seksual, Unair Siap Dampingi Penyintas

Dampak positif dan negatif pengasuhan cucu bagi lansia

Dosen Fakultas Keperawatan (FKp) Universitas Airlangga (Unair) Sylvia Dwi Wahyuni mengatakan, banyak lansia di Indonesia tinggal bersama keluarga mereka. Lansia tinggal bersama keluarganya dalam tiga generasi.

"Pengasuhan cucu memiliki dampak positif dan negatif bagi lansia. Pengasuhan cucu pada lansia berdampak positif pada aspek fisik, psikis, sosial, dan lingkungan," kata Sylvia seperti dikutip dari laman Unair, Jumat (7/1/2022).

Menurut dia, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa nenek melaporkan gejala depresi yang lebih sedikit dibandingkan wanita tanpa cucu.

Baca juga: Siswa Kelas 12, Ini Tips Sukses Hadapi UTBK SBMPTN 2022

Selain itu, lanjut Sylvia, lansia yang diwawancarai menerima dengan lapang dada jika diberi tanggung jawab untuk mengasuh cucunya. Namun, tetap terdapat dampak negatif seperti kelelahan dan konflik keluarga.

Hasil penelitiannya menunjukkan, keterlibatan lansia dalam mengasuh cucu adalah melalui peran kakek nenek dalam memenuhi kebutuhan pendidikan dan jasmani cucu.

Respondennya beranggapan membesarkan cucu adalah tanggung jawab bersama kakek-nenek dan orangtua.

"Keluarga memelihara hubungan antargenerasi. Dimana generasi awal akan selalu meninggalkan pengaruh pada generasi berikutnya. Selain itu, kakek nenek memiliki perasaan senang selama bersama cucunya," papar Sylvia.

Baca juga: Tim UB Kembangkan Alat Deteksi Covid-19 dan Penyakit Pernapasan Lain

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.