Kompas.com - 25/01/2022, 15:11 WIB

KOMPAS.com - Kegiatan Pertemuan Tatap Muka Terbatas (PTMT) bagi anak prasekolah mulai digalakkan secara rutin, mulai dari seminggu hingga sebulan sekali untuk mendorong pemenuhan kebutuhan belajar anak-anak usia dini.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam rekomendasi terbaru belum menyarankan anak yang belum divaksin Covid-19 atau anak usia dini untuk PTM. Namun, IDAI menyebut bila orangtua memutuskan untuk mengirim anak ke sekolah, pastikan orang-orang di lingkungan anak sudah semua divaksin.

Selain itu, orang dewasa di sekitar anak, seperti guru, pengantar dan lainnya juga harus menjalankan protokol kesehatan dengan baik, kemudian juga mendorong anak untuk melakukan hal yang sama.

Baca juga: Belajar dari Orangtua Jepang Cara Menanamkan Disiplin pada Anak

Selain prokes, tantangan lain yang juga dihadapi orangtua saat mengirimkan anak usia PAUD ke sekolah ialah kesiapan anak untuk sekolah tatap muka, apalagi untuk anak usia TK yang selama dua tahun belum pernah lagi ke sekolah.

Kepala Rumah Main Cikal, PAUD yang mengembangkan pendidikan berbasis kompetensi dan karakter melalui kegiatan bermain yang menyenangkan dan bermakna, Irene Puti Damayanti memberikan 4 tips yang dapat dilakukan oleh orangtua untuk mempersiapkan anak usia dini ikuti PTM.

1. Percaya bahwa PTM dapat memberikan pengalaman belajar yang positif untuk anak

PTM dilakukan dengan harapan memberikan pengalaman belajar kepada anak agar dapat berinteraksi secara langsung/tatap muka dengan guru dan teman sekelas.

“Mengingat selama pandemi di awal tahun 2020 hingga kurang lebih satu tahun, anak-anak sangat terbatas kegiatan bersosialisasinya yang mana kebutuhan itu salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia dini,” jelas Puti dalam keterangan tertulis.

Baca juga: 7 Tanda Anak Cerdas dan Berpotensi Punya IQ Tinggi

2. Berikan gambaran mengenai PTMT melalui cerita, gambar atau video.

Orangtua dapat menceritakan bahwa akan ada kegiatan yang menyenangkan, selain berjumpa dengan teman-teman sebaya dan juga guru.

“Kami menghadirkan 4 kegiatan sederhana dan bermakna bagi anak-anak antara lain, kegiatan Pilih-pilih, Salam salam, Kumpul-kumpul hingga Cerita-Cerita dan Lapor-Lapor yang berisi aktivitas bermakna bagi anak-anak usia dini,” tambah Puti.

3. Lakukan role play agar anak bisa mendapatkan gambaran PTMT

Orangtua dapat memberikan gambaran kegiatan yang akan dilakukan anak di sekolah, baik itu mengikuti kegiatan nyanyi-nyanyi, olahraga bersama, permainan, eksperimen atau pun kegiatan pramembaca dan pramenulis dengan tetap menggunakan masker dan menjaga jarak.

4. Diskusi dengan guru kelas mengenai pendekatan yang tepat untuk proses adaptasi anak

“Dengan memperhitungkan kegiatan yang akan berjalan selama PTMT dan orang tua serta guru tahu kebutuhan dan kondisi anak, sehingga anak dapat dipersiapkan sedini mungkin untuk kesempatan mengikuti PTMT,” tutup Puti.

Baca juga: Orangtua, Ini Dampak Bila Sering Memarahi Anak Saat Belajar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.