Kompas.com - 30/01/2022, 11:27 WIB
|

KOMPAS.com - Setiap makanan yang dikonsumsi tentu harus membuat badan sehat, bukan sebaliknya mendatangkan penyakit. Karenanya, kesehatan makanan harus terjaga.

Menurut Pakar Gizi RSA Universitas Gadjah Mada (UGM), Yusmiyati, S.Gz, RD., ada dua hal yang perlu diperhatikan terkait makanan, yakni keamanan dan nilai gizinya.

"Yang utama di dalam kita mengonsumsi makanan yang perlu dilihat adalah bagaimana kita menjamin makanan-makan yang kita konsumsi," ujarnya dikutip dari laman UGM, Minggu (30/1/2022).

Baca juga: Seperti Ini Contoh Bahan Makanan Sehat di Instalasi Gizi RSA UGM

Jika makanan terjamin, maka dapat membuat tubuh lebih sehat, jadi tidak berpotensi terkait berbagai masalah kesehatan.

Dijelaskan, penjaminan terhadap makanan tersebut dimulai dari tahap pemilihan bahan makanan sampai pada pengolahannya. Dalam memilih bahan makanan, perlu memperhatikan bahwa bahan makanan yang dibeli tersebut dalam keadaaan baik.

Tips memilih makanan sehat

Ikan

Misalnya ikan, maka beli dan pilihlah ikan yang segar. Ada tanda-tanda ikan masih segar.

1. Pertama insang ikan masih bewarna merah atau belum kecoklatan.

2. Kedua, mata ikan masih cembung dan belum cekung. Jika sudah cekung maka sudah tidak bagus.

Daging

Sedangkan daging, maka daging pada umumnya harus diperiksa warna, kekenyalan daging, dan baunya. Pilihlah daging yang masih:

1. bewarna merah segar

2. tekstur yang kenyal

3. berbau segar

Baca juga: Tips Memilih Makanan Sehat Saat Pandemi ala Akademisi UGM

"Kemudian hati-hati ketika membeli daging dalam bentuk giling. Pertama lihatlah warnanya dulu, jika warnanya sudah agak mendekati biru atau hijau (gelap), itu bisa menjadi pertanda bahwa daging giling tersebut diambil dari sumber daging yang tidak baik," tambah Yumiyati

Tepung

Untuk tepung. Pilihlah tepung yang tidak bernoda dan berjamur. Perhatikan dimana tepung tersebut di display dalam toko:

1. jangan pilih tepung yang diletakkan di tempat lembab

2. atau pilihlah tepung yang ditelakkan diatas rak

Makanan kaleng

Kemudian dalam membeli makanan kaleng, Yusmiyati menegaskan untuk membeli makanan kaleng yang belum penyok. Sebab, jika makanan kaleng tersebut sudah penyok, maka akan ada kemungkinan terjadinya kebocoran tempat masuknya bakteri.

Terakhir, untuk keseluruhannya, agar aman, maka pilihlah bahan makanan yang sudah melalui sertifikasi yang jelas. Periksa label bahan makanan apakah sudah melewati badan pemeriksa atau belum.

Makanan yang rentan dipanaskan

Sedangkan terkait tindakan penghangatan atau memanaskan kembali makanan yang telah dimasak, Yusmiyati menjelaskan tindakan penghangatan kembali dapat mengancam kerusakan gizi dalam makanan.

Makanan yang paling rentan mengalami kerusahan ketika dipanaskan, diketahui melalui riset, adalah telur.

Kemudian yang rentan lainnya ialah sayur. Sayur juga bahan makanan yang cepat sekali rusak, kandungan vitamin dalam sayur mudah sekali rusak ketika dipanaskan.

Baca juga: RSA UGM: Begini Metode Pengobatan Varises

Sedangkan yang paling stabil atau tidak rentan rusak adalah daging ketika dimasak untuk kedua kalinya dan seterusnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.