Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/02/2022, 18:26 WIB
|

KOMPAS.com - Pernahkah kamu mendengar kalau ijazah harus ditahan di suatu perusahaan ketika sudah diterima kerja? Tentu hal ini banyak dilakukan oleh perusahaan.

Sebenarnya, mengapa ada perusahaan yang menahan ijazah setelah diterima kerja? Bagi para fresh graduate (lulusan baru), apa yang sebaiknya dilakukan jika ada aturan tersebut?

Melansir laman KitaLulus, biasanya pihak perusahaan akan meminta beberapa dokumen seperti CV, fotocopy ijazah, fotocopy KTP, dan portofolio.

Baca juga: KitaLulus: Perhatikan Hal Ini Sebelum Tanda Tangan Surat Perjanjian Kerja

Namun ternyata, masih banyak perusahaan melakukan tahan ijazah asli kepada calon karyawan sebagai salah satu syarat untuk bekerja.

Agar tak mudah resign

Ternyata ini dilakukan dengan alasan agar karyawan tidak mudah resign seenaknya. Hal ini terutama dilakukan kepada karyawan kontrak.

Kontrak kerja saja dirasa tidak cukup untuk menjamin kinerja karyawan. Perilaku beberapa karyawan yang tidak disiplin dan melanggar perjanjian kerjalah yang membuat perusahaan menetapkan aturan tahan ijazah.

Ijazah yang ditahan menjadi jaminan bahwa karyawan sampai benar-benar menyelesaikan kontrak kerjanya. Istilah penahanan ijazah ini dulu dikenal dengan sebutan “ikatan dinas”.

Bagi para fresh graduate tentu harus memahami lebih jauh kenapa hal itu diberlakukan di suatu perusahaan. Sebenarnya, praktik tahan ijazah para pekerja tidak diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003.

Karenanya, memang tidak ada ketentuan dan larangan perusahaan menahan ijazah karyawan secara hukum. Penahanan ijazah biasanya dilakukan atas kesepakatan perusahaan dan karyawan melalui perjanjian kerja.

Jika penahanan ijazah disepakati kedua belah pihak, baik kamu sebagai pekerja dan perusahaan, menurut Pasal 1338 KUH Perdata maka itu hukumnya sah di mata hukum.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com