Kompas.com - 17/02/2022, 20:00 WIB

 

KOMPAS.com - Bagi anak-anak, orangtua adalah sekolah pertama yang mengajarkan mereka apa saja. Mulai dari cara makan, berbicara, cara menghormati keluarga, peduli pada sekitarnya, dan cara menyayangi satu sama lain.

Termasuk salah satunya, belajar mengenai pencegahan pelecehan ataupun kekerasan seksual.

Orang pertama yang memberikan pendidikan ini tentunya adalah orangtua. Orangtua berkewajiban melindungi anak dari berbagai potensi bahaya yang ada di lingkungan sekitar.

Orangtua juga diharapkan menjadi sosok pertama yang memberikan pemahaman tentang seks dan mengenalkan kepada anak tentang sikap pencegahan pelecehan ataupun kekerasan seksual.

Baca juga: Belajar dari Orangtua Jepang Cara Menanamkan Disiplin pada Anak

Untuk itu, dilansir dari laman Paudpedia, ada cara mengedukasi anak mengenai pencegahan kekerasan seksual sesuai tahapan perkembangan anak. Bagaimana caranya? Berikut rinciannya.

Kenalkan perbedaan tubuh perempuan dan laki-laki

Orangtua dapat mengenalkan identitas anak dengan mengenalkan perbedaan ciri-ciri tubuh anak perempuan dan laki-laki.

Selanjutnya mengenalkan anatomi tubuh, hal ini dapat dilakukan ketika orangtua membiasakan anak membersihkan alat kelaminnya sendiri setelah buang air kecil atau buang air besar agar anak dapat belajar mandiri sekaligus membiasakan untuk tidak sembarangan mengizinkan orang lain menyentuh alat kelaminnya.

Jelaskan bagaimana semua makhluk hidup berkembang

Secara bertahap orang tua dapat menyampaikan pendidikan seksual mengenai cara berkembang makhluk hidup dan memberikan penjelasan mengenai dampak-dampak yang akan diterima apabila anak melakukan hal yang menyimpang.

Baca juga: Orangtua, Ini Dampak Bila Sering Memarahi Anak Saat Belajar

Dalam penyampaian pendidikan seksual tetap harus disesuaikan dengan usia anak, karena ketika anak mulai mengenal pendidikan seksual, anak akan kritis dan ingin tahu mengenai banyak hal.

Oleh karena itu perlu diberikan informasi secara jujur, akurat, terbuka, dan tidak menjawab pertanyaan anak dengan asal-asalan atau memberikan informasi yang tidak jujur. Hal ini penting untuk membiasakan anak bersikap jujur dan terbuka kepada orang tua.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.