Kompas.com - 05/04/2017, 14:46 WIB
Petani dari kawasan Pegunungan Kendeng melakukan aksi protes atas izin lingkungan baru yang dikeluarkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Izin itu membuat penambangan karst PT Semen Indonesia di Rembang  terus berjalan. Para petani memasung kaki dengan semen di depan Istana Negara, Senin (13/3/2017) hingga Jumat (17/3/2017). KOMPAS.COM/KRISTIAN ERDIANTOPetani dari kawasan Pegunungan Kendeng melakukan aksi protes atas izin lingkungan baru yang dikeluarkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Izin itu membuat penambangan karst PT Semen Indonesia di Rembang terus berjalan. Para petani memasung kaki dengan semen di depan Istana Negara, Senin (13/3/2017) hingga Jumat (17/3/2017).
|
EditorAmir Sodikin

Saat itu, ada yang menyebut kata Samin terkait aksi menyemen kaki di depan Istana. salah seorang pengunjung kantin dengan spontan bertanya, “Samin? Apa itu?”!  Alamak! 

Apalah daya, masalahnya, riset Badan PBB untuk Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan (UNESCO) pada 2012 juga mendapati, minat baca Indonesia hanya di kisaran angka 0,001. Artinya, dari 1.000 orang hanya satu orang yang punya minat membaca secara serius.

Data lebih baru, survei Most Literated Nation in The World yang dilansir pada 2015 menempatkan Indonesia di peringkat 60 dari 61 negara soal minat baca warganya. Dalam survei ini, peringkat Indonesia hanya lebih baik dari Botswana.

(Baca juga: Gerakan Literasi, Langkah Kecil Bangun Peradaban)

Maka, terasa “wajar” bila duka warga Ponorogo juga tak menguar di udara Indonesia, saat satu kampung di sana tertimbun longsoran bukit, Sabtu (1/4/2017). 

Menengok lini masa media sosial dan berita-berita yang berseliweran di dunia maya, orang—yang tinggal entah di mana pula di Indonesia—masih lebih semangat membahas dan bergunjing soal janji politik terkait harga rumah dalam keriuhan Pilkada DKI daripada berbagi empati kepada korban bencana seperti di Ponorogo.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.