Apakah Siswa Kurang “Pintar” Berhak Masuk Sekolah Favorit?

Kompas.com - 16/07/2018, 21:20 WIB
tampak orang tua tengah membawa kertas karton bertuliskan protes terkait PPDB jalur non akademis di depan kantor Disdik Jabar. KOMPAS.com/AGIEPERMADI tampak orang tua tengah membawa kertas karton bertuliskan protes terkait PPDB jalur non akademis di depan kantor Disdik Jabar.

KOMPAS.com - Ada dua kata problematik dalam judul artikel saya. Pertama kata " pintar". Saya termasuk tidak sepakat dengan pengertian pintar yang diyakini kebanyakan orang (baca : orangtua siswa).

Umumnya pintar hanya diartikan tingginya kemampuan kognitif. Misal, disamakan dengan tingginya nilai-nilai pelajaran sekolah. Lebih spesifik lagi pintar disamakan dengan nilai pelajaran sains atau ilmu pengetahuan alam (IPA) tinggi.

Jadi, juara dunia atletik lari 100 meter Muhammad Zohri mungkin tidak dianggap pintar oleh kebanyakan orang. Saya juga agak pesimis, mungkin tidak terlalu banyak. Kalau tidak mau mengatakan tidak ada. Orangtua yang sengaja menyiapkan anaknya menjadi atlet atletik nasional.

Istilah "pintar" dan " favorit"

Jadi istilah “pintar” sudah dimonopoli. Padahal menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti pintar /pin·tar/ (1) pandai; cakap, (2) cerdik; (3) mahir (melakukan atau mengerjakan sesuatu).

Jadi, menurut saya Zohri tidak hanya pintar, tapi sangat pintar dalam hal atletik, khususnya cabang lari 100m.

Istilah problematis kedua adalah istilah “favorit”. Kebetulan saya termasuk beruntung bisa menikmati belajar di sekolah favorit. Tidak hanya favorit, tapi sebagai alumni (seperti hampir semua alumni yang lain) menganggapnya sebagai sekolah terbaik di wilayah Vorstenlanden, tanah raja-raja.

Memang secara resmi baik secara input (nilai ujian akhir SMP), maupun output (banyaknya siswa yang diterima di perguruan tinggi ternama) SMUN 3 Jogja “hanya” berada di urutan dua.

Tapi secara tidak resmi saya mengganggapnya sekolah saya jauh lebih kece, lebih keren, dus sudah seharusnya jadi yang terbaik.

Nah, di titik ini masalahnya.

Soal sekolah favorit

 

Kita menganggap ada sekolah baik, ada sekolah kurang baik, dan mungkin ada juga sekolah yang tidak baik. Lama-lama saya jadi agak skeptis dengan keyakinan saya itu. Jangan-jangan output SMU kami yang hebat itu, dikarenakan inputnya juga tinggi. Bukan karena kualitas pengajarannya.

Halaman:


Terkini Lainnya

Bambang Widjojanto Sebut soal Rezim Korup, Sandiaga: Ini Bentuk Kekhawatiran Masyarakat

Bambang Widjojanto Sebut soal Rezim Korup, Sandiaga: Ini Bentuk Kekhawatiran Masyarakat

Megapolitan
Long Bambu, Gelegar Tradisi Ramadhan di Gunungkidul yang Berusia Ratusan Tahun

Long Bambu, Gelegar Tradisi Ramadhan di Gunungkidul yang Berusia Ratusan Tahun

Regional
Pasar Tanah Abang Kembali Menggeliat Setelah Tutup karena Rusuh 22 Mei

Pasar Tanah Abang Kembali Menggeliat Setelah Tutup karena Rusuh 22 Mei

Megapolitan
Prabowo-Sandiaga Siap Hadiri Sidang Pertama Gugatan Hasil Pilpres 2019 di MK

Prabowo-Sandiaga Siap Hadiri Sidang Pertama Gugatan Hasil Pilpres 2019 di MK

Megapolitan
Digugat Ratusan Peserta Pemilu di MK, KPU Siapkan Dua Hal Ini

Digugat Ratusan Peserta Pemilu di MK, KPU Siapkan Dua Hal Ini

Nasional
Tim Kuasa Hukum KPU Sebut Tak Ada Persiapan Khusus Hadapi Gugatan Prabowo-Sandiaga

Tim Kuasa Hukum KPU Sebut Tak Ada Persiapan Khusus Hadapi Gugatan Prabowo-Sandiaga

Nasional
Sandiaga: Bambang Widjojanto Punya Rekam Jejak yang Baik Tangani Gugatan di MK

Sandiaga: Bambang Widjojanto Punya Rekam Jejak yang Baik Tangani Gugatan di MK

Megapolitan
Tiket Mahal, Hanya Lion Air dan Sriwijaya yang Punya Extra Flight, Itu Pun Sekali Sehari...

Tiket Mahal, Hanya Lion Air dan Sriwijaya yang Punya Extra Flight, Itu Pun Sekali Sehari...

Regional
Jenazah Bayi Kembar dengan Tali Pusar Ditemukan Mengambang di Kali

Jenazah Bayi Kembar dengan Tali Pusar Ditemukan Mengambang di Kali

Regional
Tradisi Weh Huweh di Demak, Bebas Bertukar Makanan Saat Ramadhan...

Tradisi Weh Huweh di Demak, Bebas Bertukar Makanan Saat Ramadhan...

Regional
Selisih 16,9 Juta Suara, Kubu Jokowi Nilai Gugatan ke MK Sulit Ubah Hasil Pilpres

Selisih 16,9 Juta Suara, Kubu Jokowi Nilai Gugatan ke MK Sulit Ubah Hasil Pilpres

Nasional
Begini Desain Masjid Karya Ridwan Kamil yang Akan Dibangun di Gaza Palestina

Begini Desain Masjid Karya Ridwan Kamil yang Akan Dibangun di Gaza Palestina

Regional
Amnesty International Minta Kekerasan 22 Mei 2019 Diusut Tuntas

Amnesty International Minta Kekerasan 22 Mei 2019 Diusut Tuntas

Nasional
Polisi Perancis Buru Pelaku Serangan Bom di Lyon

Polisi Perancis Buru Pelaku Serangan Bom di Lyon

Internasional
Ramadhan, Ratusan Pemulung di Palopo Dapat Paket Sembako dari Polisi

Ramadhan, Ratusan Pemulung di Palopo Dapat Paket Sembako dari Polisi

Regional

Close Ads X