“Batman Effect” Membuat Anak Antusias Membantu Orangtua?

Kompas.com - 03/09/2018, 21:40 WIB
Leonard Robinson sengaja berperan sebagai Batman untuk mengunjungi anak-anak di rumah sakit. Dia telah melakoni peran tersebut selama 14 tahun terakhir. BBCLeonard Robinson sengaja berperan sebagai Batman untuk mengunjungi anak-anak di rumah sakit. Dia telah melakoni peran tersebut selama 14 tahun terakhir.

Penelitian ini dilakukan tim peneliti dipimpin Rachel E. White, Doktor psikologi dan psikolog anak University of Pennsylvania. Menurutnya, ada cara unik dan efektif membuat anak memiliki tanggung jawab dan kemauan mengerjakan hal-hal membantu orang lain.

Peneliti merekrut 140 anak dengan rentang usia 4 sampai 6 tahun. Kelompok anak ini dibagi tiga. Kelompok pertama diminta untuk memikirkan sebuah pertanyaan: “Apakah aku sudah berusaha keras?”

Kelompok kedua diminta untuk memposisikan menjadi orang ketiga dan memikirkan pertanyaan. Misalnya seorang anak di kelompok kedua itu bernama Budi. Maka pertanyaannya “Apakah Budi [ini namanya sendiri] sudah berusaha keras?”

Kelompok terakhir, kelompok tiga diminta berperan sebagai seorang tokoh idolanya. Misalnya Batman, Superman, Dora The Exlporer, Moana, atau Wonder Woman. Pertanyannya “Apakah Batman [atau pahlawan super lain] sudah berusaha keras?”

Lalu ketiga kelompok itu diberi tugas yang sama. Khusus untuk kelompok ketiga, mereka diberikan “properti” sesuai tokoh idolanya untuk dipakai, misalnya sayap untuk yang memilih Superman, dan topeng untuk yang memilih Batman.

3. Menjadi "Batman" mengasyikan

Tugasnya membosankan, yaitu di depan layar komputer diminta menekan tombol space-bar ketika muncul gambar keju, dan tidak menekan tombol ketika muncul gambar kucing. Mereka boleh berhenti kapan saja.

Mereka bisa berhenti melakukan tugas dan bermain game dengan iPad yang memang sengaja ditaruh di dekat mereka. Hasilnya?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Anak usia 6 tahun cenderung lebih tahan lama mengerjakan tugas daripada anak 4 tahun. Hal ini tidak mengherankan.

Tapi pada semua usia, baik anak 4 maupun 6 tahun yang memakai topeng atau sayap, Batman dan kawan-kawannya di kelompok tiga rata-rata mengerjakan tugas yang diberikan 2 kali lebih lama dibandingkan kelompok pertama dan kedua. Mengapa bisa demikian?

Peneliti menyimpulkan bahwa hal ini bisa jadi karena beberapa faktor.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X