Kompas.com - 25/09/2018, 23:39 WIB
Empat mahasiswa Unair raih medali emas dalam 10th International Exhibition of Inventions and The 3rd World Invention and Innovation Forum 2018 di China (18/9/2018)
Dok. UnairEmpat mahasiswa Unair raih medali emas dalam 10th International Exhibition of Inventions and The 3rd World Invention and Innovation Forum 2018 di China (18/9/2018)

KOMPAS.com - Empat mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (Unair) meraih medali emas dan penghargaan khusus Negara Thailand dalam ajang "10th International Exhibition of Inventions and The 3rd World Invention and Innovation Forum" (IEI & WIIF 2018) di Foshan China (15/9/2018).

Keempat mahasiswa itu adalah Novia Tri Handika, Indriani Dwi Wulandari, Nurul Hidayati, dan Neisya Pratiwindya Sudarsiwi. Keempatnya mengangkat ide pemanfaatan kulit ari buah semangka dan sari melati sebagai teh terapeutik sebagai alternatif solusi meningkatkan kualitas hidup penderita Diabetes Mellitus Tipe 2.

Albedo Romin Tea sebagaimana nama yang diidekan, memanfaatkan kandungan utama albedo atau biasa kulit ari semangka, citruline, senyama kimia yang membantu proses produksi insulin pada hati yang membantu menurunkan kadar gula dalam darah.

Penambahan kelopak bunga rosella memiliki kandungan flavonoid mampu bekerja sebagai anti radikal bebas, membantu memperbaiki kinerja sel beta pankreas sebagai produsen insulin tubuh.

Baca juga: Creative Thinking Antar Untar Raih Juara Kompetisi Bisnis Nasional

Inovasi ini rencananya akan dilakukan pengkajian pra-klinis melalui hewan coba mencit. Keempat mahasiswa tersebut berharap, pembuktian tersebut mampu meloloskan produknya untuk dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes dan dipatenkan.

“Alhamdulillah, kami bisa mendapatkan penghargaan ini. Perjuangan selama 5 bulan mempersiapkan lomba ini akhirnya terbayarkan. Kami bisa membuktikan bahwa kami bisa berprestasi dan mengharumkan nama almamater,” papar Neisya seperti dikutip dari laman resmi Unair.

Terkait prestasi yang diraih mahasiswanya, Setho Hadiyusmana, dosen pembimbing menyatakan rasa syukur. Prestasi ini, menurutnya, berhasil diraih atas dukungan berbagai pihak.

“Alhamdulillah, saya ingin sampaikan ini bukan prestasi individual, tetapi kelompok, sebagai entitas Fakultas Keperawatan. Tentunya, mereka mahasiswa-mahasiswa yang pintar sejak memasuki studi di Unair, mereka sudah terpilih,” terang Setho.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X