Dapat Ratusan Euro per Bulan dari "Part Time Job" di Belanda? Edan!

Kompas.com - 21/11/2018, 09:40 WIB
Para mahasiswa Indonesia berkumpul di Vrije Universiteit Amsterdam (VU), Jumat (16/11/2018).KOMPAS.COM/M LATIEF Para mahasiswa Indonesia berkumpul di Vrije Universiteit Amsterdam (VU), Jumat (16/11/2018).

DEN HAAG, KOMPAS.com - Salah satu hal yang mewarnai dinamika kuliah mahasiswa Indonesia di luar negeri adalah kerja sambilan atau part time job. Di Belanda, banyak juga mahasiswa yang tetep kerja sambilan, padahal orang tuanya mampu kalau tak mau disebut kaya raya.

Sepanjang tak mengganggu jadwal kuliah, part time tidak masalah, bahkan banyak manfaatnya. Asalkan mau serius terjun ke rimba kerja sambilan ini, nyaris, tak ada mahasiswa yang bilang part time tak ada untungnya. 

Ya, pekerja sambilan bisa menerima gaji antara 5 sampai 8 Euro per jam. Nah, berapa penghasilan sebulan kalau ditotal kerja beberapa jam dalam satu hari? 

Hal itulah yang dipaparkan Hadi Rahmat Purnama, Ilham, serta Andre Samuel, para mahasiswa Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Belanda. Mereka sepakat, namanya sambilan, dicoba saja dulu, kalau betah dilanjutkan atau sebaliknya.

"Tapi, harus diingat, daftar untuk ikut part time itu kebanyakan under table alias di bawah meja atau tak resmi. Bagi saya, asumsinya beasiswa dari LPDP kan cukup, meski kenyataanya enggak juga. Jadi, mau tak mau ikut part time," kata Hadi, mahasiswa yang tengah menempuh PhD Hukum Internasional di Vrije Universiteit Amsterdam (VU).

Hadi bercerita, dirinya pernah ambil kerja sambilan di restoran Indonesia. Pekerjaannya cuma memasak masakan Indonesia. Dia melakoni part time job tersebut selama 5 bulan.

"Kurang lebih saya terima 500 Euro per bulan. Dari uang itu saya bisa ajak isteri dan anak datang ke Belanda," tutur Hadi.

Pengalaman Ilham kurang lebih sama dengan Hadi. Dia juga pekerja sambilan di sebuah restoran Indonesia. Pertama masuk kerja langsung ke tempat pencucian piring.

"Saya kerja dari setengah 5 sampai jam 11 malam. Ya, tergantung tamunya juga sih, karena bisa lebih dari jam 11 juga kalau sedang ramai," ujar mahasiswa double degree di Vrije Universiteit Amsterdam.

Hal itu pula yang pernah dilakoni Andre Samuel. Maka, tak salah kalau dikatakan restoran adalah tempat paling banyak menerima part time job di Belanda. 

Andre mengatakan, pengalaman pertamanya kerja sambilan adalah saat musim panas dua tahun lalu. Dia bekerja di restoran Indonesia di Amsterdam.

"Pengalaman pertama kerja sambilan ini ya cuci piring. Di sini ada mesin, jadi tidak capek sih, cuman banyak saja jumlah piringnya. Satu menu makanan yang dipesan kan bisa beberapa piring. Gara-gara itu harus cepat nyucinya," tutur mahasiswa ICT Business, Cyber Security ICT, Information & Communication Technology di Fontys University, Eindhoven ini.

Andre melakoni pengalaman pertama kerja sambilan itu selama 2 sampai 3 bulan. Setelah itu dirinya keluar lantaran nilai akademiknya menurun.

Halaman Berikutnya
Halaman:


PenulisLatief
EditorLatief

Terkini Lainnya

Ahli Prabowo-Sandi Sebut Ada 27 Juta 'Ghost Voters' Dalam Pemilu 2019

Ahli Prabowo-Sandi Sebut Ada 27 Juta 'Ghost Voters' Dalam Pemilu 2019

Nasional
Demi Sekolah, Anak-anak di Pedalaman Flores Harus Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai

Demi Sekolah, Anak-anak di Pedalaman Flores Harus Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai

Regional
Ahli 02: Di Situng, Suara Prabowo-Sandi Turun, Jokowi-Ma'ruf Selalu Naik

Ahli 02: Di Situng, Suara Prabowo-Sandi Turun, Jokowi-Ma'ruf Selalu Naik

Nasional
Gempa 6,3 SR Guncang Sarmi Papua, Warga Sempat Panik Keluar Rumah

Gempa 6,3 SR Guncang Sarmi Papua, Warga Sempat Panik Keluar Rumah

Regional
Kejanggalan PPDB 2019 di Bandung, 8 Siswa Pendaftar SMA Favorit Beralamat Sama

Kejanggalan PPDB 2019 di Bandung, 8 Siswa Pendaftar SMA Favorit Beralamat Sama

Regional
Masuk Ancol Gratis Saat HUT DKI, Ini Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Masuk Ancol Gratis Saat HUT DKI, Ini Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Megapolitan
Fakta Rekonstruksi Pembunuhan Sadis di Cianjur, Berawal dari Knalpot Bising hingga Korban Kebal Dibacok

Fakta Rekonstruksi Pembunuhan Sadis di Cianjur, Berawal dari Knalpot Bising hingga Korban Kebal Dibacok

Regional
7 Fakta Polemik Sistem Zonasi PPDB 2019, Desak Jokowi Copot Mendikbud hingga Sejumlah Sekolah Kekurangan Siswa

7 Fakta Polemik Sistem Zonasi PPDB 2019, Desak Jokowi Copot Mendikbud hingga Sejumlah Sekolah Kekurangan Siswa

Regional
Pembunuhan Khashoggi, Pakar PBB Minta Putra Mahkota Saudi Disanksi

Pembunuhan Khashoggi, Pakar PBB Minta Putra Mahkota Saudi Disanksi

Internasional
Kasus Dugaan Korupsi, Jaksa Agendakan Periksa Kepala Satpol PP Maluku

Kasus Dugaan Korupsi, Jaksa Agendakan Periksa Kepala Satpol PP Maluku

Regional
Berbekal Dokumen RDP DPR, Pihak Sjamsul Nursalim Sebut Kasus BLBI Tak Bisa Diselidiki

Berbekal Dokumen RDP DPR, Pihak Sjamsul Nursalim Sebut Kasus BLBI Tak Bisa Diselidiki

Nasional
Cicip Miras Sophia, Gubernur NTT: Baunya Enak dan Yakin Rasanya Juga Enak

Cicip Miras Sophia, Gubernur NTT: Baunya Enak dan Yakin Rasanya Juga Enak

Regional
Percepat Kongres, PDI-P Ingin Sinkronkan Agenda Nasional dan Partai

Percepat Kongres, PDI-P Ingin Sinkronkan Agenda Nasional dan Partai

Nasional
Viral Warga Selamatkan Truk Terjebak di Pelintasan Kereta Karet, Begini Ceritanya

Viral Warga Selamatkan Truk Terjebak di Pelintasan Kereta Karet, Begini Ceritanya

Megapolitan
'Patroli' WhatsApp Baru Dilakukan Polisi setelah Ada Tersangka

"Patroli" WhatsApp Baru Dilakukan Polisi setelah Ada Tersangka

Nasional

Close Ads X