Kompas.com - 24/05/2019, 12:40 WIB
Djarum Foundation kembali menggelar final nasional Writing Competition Beswan Djarum 2018/2019 di Yogyakarta (21-22/5/2019). Dok. Djarum FoundationDjarum Foundation kembali menggelar final nasional Writing Competition Beswan Djarum 2018/2019 di Yogyakarta (21-22/5/2019).

 

KOMPAS.com - Arah pendidikan tinggi yang tergambar dalam Tri Darma Perguruan Tinggi meliputi pendidikan, riset dan pengabdian masyarakat diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya pandai secara akademis namun juga memiliki kepedulian terhadap masyarakat. 

Sejalan dengan itu, Djarum Foundation kembali menggelar "Writing Competition Beswan Djarum 2018/2019". Kompetisi ini diikuti 165 esai berisi gagasan kreatif dan inovatif dari puluhan perguruan tinggi ternama di seluruh penjuru Indonesia.

Dari jumlah itu, terpilih 16 Beswan Djarum (sebutan bagi mahasiswa penerima program Djarum Beasiswa Plus) dari 4 regional  (Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya) untuk saling beradu gagasan selama dua hari, 21-22 Mei 2019 di Yogyakarta, di ajang final "Writing Competition Beswan Djarum 2018/2019".

"Adu gagasan ini diharapkan bisa menjadi gambaran kualitas berfikir kreatif, inovatif dan obyektif para Beswan Djarum, dalam mengasah kepekaan dan merespon berbagai permasalahan yang ada di masyarakat di sekitar mereka," ujar Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Primadi H Serad.

Baca juga: Kontribusi untuk Masyarakat lewat Writing Competition Beswan Djarum

Primadi menambahkan, "Ajang ini diharapkan dapat menggambarkan bagaimana Beswan Djarum mampu menganalisa permasalahan, mencari pemecahan masalah secara kreatif dengan menggunakan ilmu yang mereka pelajari."

Di antara 16 ide yang lolos dalam final "Writing Competition", berikut 6 gagasan menarik yang ditawarkan Beswan Djarum dalam menjawab masalah yang ada di tengah masyarakat:

1. Ojek Sampah Online

Gagasan Teranisa Nabilah Balqis, mahasiswi Institut Teknologi Sepuluh Nopember jurusan Teknik Lingkungan) mahasiswi ini sangat inovatif sehingga meraih Juara 1 untuk kategori Non-Eksak.

Lewat aplikasi "Sampahqu", Teranisa menggabungkan konsep "bank sampah" dan "ojek online" sebagai solusi pengambilantabungan sampah di rumah warga) dengan sistem online database untuk mewujudkan impiannya: Indonesia Bebas Sampah.

"Harapannya masyarakat jadi mau memilah sampah dengan aplikasi itu, ada keuntungan yang ditawarkan yakni aplikasi itu bisa membantu mengonversi hasil kumpulkan sampah tadi menjadi e-money dan bisa dipakai lagi untuk beli voucher atau bayar listrik dll. Sangat bermanfaat," jelas Tera.

2. Rekomendasi obat berbasis genetis

Melalui gagasan "Pharmacogenomic", Sheilla Windy Komara mahasiswi Institut Teknologi Bandung jurusan Sains dan Teknologi Farmasi) menawarkan rekomendasi obat berbasis faktor gen pasien.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X