Kompetisi Sains Madrasah, Membongkar Stigma "Sekolahan Kelas Dua"

Kompas.com - 18/09/2019, 16:55 WIB
Konferensi pers Kompetisi Sains Madrasah (KSM) yang digelar Kemenag di Jakarta (13/9/2019). DOK. KEMENAGKonferensi pers Kompetisi Sains Madrasah (KSM) yang digelar Kemenag di Jakarta (13/9/2019).

KOMPAS.com - Sebanyak 550 siswa dari 34 provinsi di Indonesia akan berkompetisi di ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) yang digelar di IAIN Manado, Sulawesi Utara, 16-21 September 2019.

Event yang telah menjadi agenda resmi Kementerian Agama (Kemenag) ini rutin digelar setiap tahun dan menjadi ajang paling bergengsi siswa madrasah baik negeri maupun swasta, dalam berbagai tingkatan untuk unjuk kemampuan bidang sians dan teknologi.

Siswa yang lolos dalam KSM tingkat nasional digelar merupakan hasil seleksi ketat dari KSM tingkat kabupaten dan provinsi yang telah digelar sebelumnya.

Lepas stigma madrasah 

"Kami memiliki program Madrasah Hebat Bermartabat, salah satu aksinya adalah kompetisi madrasah dalam bidang sains," jelas Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Kamaruddin Amin melalui rilis resmi yang diterima Kompas.com.

Baca juga: Hari Aksara Internasional, Ini Cara Madrasah NU Tumbuhkan Minat Baca

Lebih Kamaruddin menjelaskan ajang ini didisain untuk menancapkan budaya sains di kalangan madrasah. Dengan pengelolaan profesional ditambah dengan dukungan pemerintah yang memadai, saat ini madrasah sudah tidak lagi terbenam dalam stigma sekolahan kelas dua.

Olimpiade sains (KSM) ini bukan debut satu-satunya siswa madrasah dalam kancah kompetisi sains. Di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) siswa madrasah juga telah banyak merebut penghargaan bergengsi, meskipun berhadapan langsung dengan sekolah-sekolah umum ternama.

Kembangkan potensi madrasah

Kontingen KSM terdiri dari tiga tingkatan yaitu Madrasah Ibtidaiyah (MI/SD), Madrasah Tsanawiyah (MTS/SLTP), dan Madrasah Aliyah (MA/SLTA) yang sudah menjalani seleksi ketat dari tingkat kabupaten dan provinsi.

Berbagai cabang yang dipertandingkan adalah Matematika Teritegrasi, Sains IPA Terintegrasi, IPS Terintegrasi, serta Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi dan Geografi Terintegrasi.

Direktur Kurikulum Sarana Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaan (KSKK) Madrasah, Ahmad Umar mengatakan ajang ini diarahkan untuk mengembangkan potensi madrasah dalam bidang saintek.

"Kompetisi yang fair dan obyektif dapat menyemai bibit unggul dan menumbuhkan suasana persaingan yang dinamis," katanya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X