Mengenal 3 Besar Calon Rektor UI, Ikuti Profilnya

Kompas.com - 20/09/2019, 17:14 WIB
Pemilihan calon rektor Universitas Indonesia (UI) periode 2019-2024. Dok. Universitas IndonesiaPemilihan calon rektor Universitas Indonesia (UI) periode 2019-2024.

Menurut pendapatnya, pelemahan rupiah dan penurunan ekspor yang terjadi sekarang karena sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang tidak guyub secara internasional.

Dia pun memiliki program yang ditujukan kepada mahasiswa, yaitu membuat pendidikan berbasis kolaborasi.

“Selama ini yang dihasilkan adalah individualis, dengan IPK tinggi, lalu kalau jadi team work payah,” ujar Prof Ari.

Menurut dia, team work itu sangat penting karena kita tidak akan bisa pintar sendirian. Maka dari itu, dia merencanakan program paper kelompok, proyek kelompok, dan lain-lain.

“Itulah program yang akan dicoba supaya SDM Universitas Indonesia dapat berperan untuk menjaga bangsa dan negara kita. Mungkin saat ini masih banyak CEO yang berasal dari Universitas Indonesia, tetapi kita tidak tahu lima tahun ke depan,” imbuhnya.

3. Prof Dr dr Budi Wiweko, SpOG (K), MPH

Kandidat ketiga ini merupakan Ketua Senat Akademika UI sekaligus Wakil Direktur Bidang Pengembangan Bisnis dan Inovasi Indonesian Medical Education and Research Institute Fakultas Kedokteran UI (IMERI FK UI).

Dia adalah lulusan Ilmu Kedokteran di FK UI, lalu meraih gelar spesialis di Bidang Imunoendokrinilogi Reproduksi di UI. Selanjutnya, dia mengambil gelar S3 dan Magister Jurusan Manajemen Rumah Sakit di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Dia pun sempat menjadi Wakil Ketua Senat Mahasiswa FK UI periode 1993-1994, Koordinator Pengembangan Riset Fakultas Kedokteran UI periode 2010-2014, serta Sekretaris Bidang Hubungan Internasional dan Kerjasama MEA Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia periode 2015-2018.

Dalam pemilihan rektor UI periode 2019-2024, dia mengambil tema “Membangun Universitas Indonesia Menjadi Area Knowledge Economy melalui Entrepreneurial University”.

Melalui visi dan misinya sebagai calon rektor UI, Prof Budi ingin membangun UI dalam tiga bidang, yaitu bidang Riset dan Teknologi, Akademis dan Kemasyarakatan, serta Kewirausahaan dan Kolaborasi.

Secara spesifik, dia memiliki tiga misi di bidang Riset dan Teknologi, yaitu memimpin pendidikan tinggi berbasis penelitian dan inovasi; mengakselerasi implementasi entreprenuerial university dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pelayanan masyarakat; serta meningkatkan keberadaan dan peran Indonesia di dunia internasional.

Kemudian, dalam bidang Akademis dan Kemasyarakatan, dia ingin mencetak lulusan UI sebagai pemimpin masyarakat; mengakselerasi peningkatan kualitas pendidikan melalui kerja sama dengan institusi pendidikan berkelas dunia (join degree); serta aktif membantu pemerintah dan berpartisipasi dalam membangun ketahanan, kemandirian, dan daya saing bangsa.

Terakhir, Prof Budi juga memiliki tiga misi untuk bidang Kewirusausahaan dan Kolaborasi, yaitu membangun kapasitas dan memberdayakan semua sumber daya dalam mencapai tujuan bersama; membangun budaya entrepreneur bagi semua sivitas akademika; dan membuka pintu seluas-luasnya dalam aspek kolaborasi serta kemitraan dengan alumni, pemerintah, industri, dan masyarakat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X