Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 22/01/2020, 14:00 WIB
Ayunda Pininta Kasih,
Yohanes Enggar Harususilo

Tim Redaksi

 

KOMPAS.com – Bisa karena biasa. Pepatah ini bisa menjadi gambaran saat guru maupun orangtua menuntut anak untuk senantiasa membuang sampah pada tempatnya.

Membuang sampah, merapikan mainan, atau mencuci tangan menjadi sejumlah sikap yang bisa dilakukan spontan oleh anak bila ia telah dibiasakan untuk hidup bersih sedari kecil. Pembiasaan ini perlu diterapkan di mana saja, terutama di sekolah sebagai “rumah kedua” anak.

Di rumah, anak dapat lebih mudah dilatih untuk hidup bersih karena pengawasan orang tua maupun pengasuh hanya tertuju pada anak. Sedangkan di sekolah, guru perlu memiliki strategi agar kebiasaan hidup bersih dapat dilakukan oleh anak walau tanpa diawasi.

Baca juga: 5 Cara Orangtua Membantu Anak Mengatur PR Sekolah

Melansir dari laman resmi Sahabat Keluarga Kemendikbud, pembisaan hidup bersih tak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, namun juga melatih kepekaan anak terhadap lingkungan sekitar dan membantu anak bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.

Berikut cara untuk melatih anak usia TK maupun SD agar peduli terhadap kebersihan lingkungan mulai dari sekolah.

1. Sediakan tempat sampah

Menjaga kebersihan lingkungan bisa dimulai dari aktivitas sederhana yakni membuang sampah pada tempatnya.

Guru dan pihak sekolah bisa membuat rambu-rambu untuk tidak membuang sampah sembarangan dengan media gambar berwarna, sehingga mudah dipahami maksudnya oleh anak-anak.

Lakukan pula persuasi atau nasihat langsung yang sifatnya lisan pada anak saat jam istirahat dimulai. Lakukan persuasi ini setiap hari agar tertanam di ingatan anak.

Sekolah juga harus menyediakan tempat sampah dengan jumlah yang memadai atau sesuai kebutuhan, bila memungkinkan dipisah antara tempat sampah organik atau basah dan tempat sampah nonorganik atau kering.

2. Budaya saling mengingatkan

Guru perlu mengajak anak-anak untuk mengingatkan teman yang lupa membuang sampah pada tempatnya.

Beri pemahaman bahwa kebersihan sekolah dan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, sehingga mereka harus saling mewujudkan dan menjaganya.

3. Contoh dari orang dewasa

Orang dewasa perlu memberi contoh nyata pada anak, sebab anak lebih mudah meniru ketimbang melaksanakan nasihat. Tanpa adanya kerja sama banyak pihak, kebersihan lingkungan akan sulit terwujud.

Orangtua dan guru bisa memberi contoh untuk peduli pada kebersihan lingkungan sekolah dengan cara memungut sampah yang tercecer.

Lakukan itu sambil memberikan arahan kepada anak-anak untuk melakukan hal yang sama sehingga lebih mudah diingat dan diikuti.

4. Rutin bersihkan kelas

Buat jadwal rutin untuk bersama-sama membersihkan ruangan kelas dengan suasana yang menyenangkan agar sesi bersih-bersih tidak seperti beban.

Baca juga: Parenting Layangan, Cara Efektif Mendidik Remaja Milenial

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com