Seberapa Penting "Jejak Alumni" di Kampus Merdeka? Ini Penjelasan Nadiem

Kompas.com - 29/01/2020, 18:45 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim meluncurkan kebijakan Kampus Merdeka. Peluncuran disampaikan Mendikbud Nadiem dalam rapat koordinasi kebijakan pendidikan tinggi di Gedung D kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (24/1/2020). DOK. KEMENDIKBUDMendikbud Nadiem Makarim meluncurkan kebijakan Kampus Merdeka. Peluncuran disampaikan Mendikbud Nadiem dalam rapat koordinasi kebijakan pendidikan tinggi di Gedung D kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (24/1/2020).


KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Nadiem Makarim kembali meluncurkan kebijakan Merdeka Belajar. Kebijakan ini diberi tajuk Kampus Merdeka.

Di Kampus Merdeka, terdapat empat penyesuaian kebijakan di lingkup pendidikan tinggi. Kebijakan ini adalah kelanjutan dari konsep Merdeka Belajar.

Pada kebijakan pertama mengatur tentang pendirian program studi ( prodi) baru bagi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan akreditasi A dan B.

Tracer study wajib dilakukan setiap tahun

Baca juga: Ini Tanggapan Ketua Majelis Rektor PTN soal Kampus Merdeka

Untuk arah kebikan baru ini, PTN dan PTS diberi otonomi untuk membuka prodi baru. Namun, perguruan tinggi setiap tahun wajib melakukan tracer study (studi pelacakan jejak alumni).

"Tracer study wajib dilakukan setiap tahun. Perguruan tinggi wajib memastikan hal ini diterapkan," ujar Menteri Nadiem, pada peluncuran Kampus Merdeka di Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Tak hanya itu saja, tracer study juga disinggung pada kebijakan kedua yang isinya program re-akreditasi yang bersifat otomatis untuk seluruh peringkat dan bersifat sukarela bagi perguruan tinggi dan prodi yang sudah siap naik peringkat.

Pada arah kebijakan baru ini, tracer study juga wajib dilakukan setiap tahun.

Baca juga: Alternatif 6 Mitra Kerjasama untuk Membangun Semangat Kampus Merdeka

Lantas, seberapa penting tracer study itu? Dari paparan Mendikbud itu dijelaskan bahwa tracer study menjadi salah satu alat ukur kinerja dan luaran bagi perguruan tinggi.

Hal ini sangat penting untuk melihat kemampuan perguruan tinggi dalam membentuk mahasiswa yang siap bekerja. Tracer study juga berfungsi sebagai masukan untuk menjamin mutu pembelajaran, seperti evaluasi relevansi kurikulum.

Akan terintegrasi pangkalan data Kemendikbud

Menurut Nadiem, tracer study dilaksanakan dengan metode sampling jika sensus total tidak memungkinkan. Sistem tracer study akan memperhatikan segala faktor, termasuk kendala jaringan internet, dan tersambung dengan pangkalan data di Kemendikbud.

Baca juga: 9 Rangkuman Seputar Re-akreditasi Bersifat Sukarela di Kampus Merdeka

Nantinya, tracer study akan diperlakukan sebagai salah satu data utama yang terintegrasi dengan pangkalan data di Kemendikbud. Tracer study juga akan disambungkan dengan Pangkalan Data Dikti.

Dijelaskan, paket kebijakan Kampus Merdeka ini menjadi langkah awal dari rangkaian kebijakan untuk perguruan tinggi.

"Ini tahap awal untuk melepaskan belenggu agar lebih mudah bergerak. Kita masih belum menyentuh aspek kualitas. Akan ada beberapa matriks yang akan digunakan untuk membantu perguruan tinggi mencapai targetnya," pungkas Nadiem Makarim.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X