Kompas.com - 18/02/2020, 12:58 WIB

Sebaliknya, bila mendaftar di akhir waktu justru akan membuat kamu kerepotan untuk menyiapkan portfolio maupun dokumen yang perlu diunduh saat pendaftaran.

2. Ikut-ikutan pilih program studi dan kampus

Sebuah survei pernah mendapati bahwa sekitar 87 persen mahasiswa merasa salah jurusan. Kondisi ini bisa terjadi bila kamu memilih jurusan hanya karena ikut-ikutan teman tanpa tahu lebih dalam tentang jurusan.

Padahal, saat kamu menjadi mahasiswa, maka kamu sudah dituntut untuk mandiri dalam mengerjakan tugas, menentukan penjurusan sampai akhirnya mengambil tema skripsi. Sehingga, tak ada lagi kesempatan ikut-ikutan seperti saat sekolah dulu.

Itu mengapa, sebaiknya kamu sudah mengetahui bidang apa yang ingin digeluti sejak awal. Itu akan menentukan bagaimana kamu akan menjalani perkuliahan, termasuk arah masa depan yang akan dijalani.

3. Hanya mendengarkan satu pihak

Mendengarkan pendapat banyak orang perlu dilakukan, terlebih saat menentukan pilihan jurusan. Dengan begitu kamu akan memiliki banyak bahan untuk dijadikan dipertimbangkan.

Baca juga: Mengenal Materi UTBK 2020, Syarat Wajib SBMPTN

Misalnya, saat kamu ingin memilih jurusan sastra namun ada orang yang berpendapat bahwa prospek jurusan sastra tidak secerah jurusan lain. Sebelum patah semangat, baiknya kamu juga mendengarkan pendapat mereka yang lebih kompeten di bidang tersebut, misalnya guru BK atau pihak universitas dan alumni.

Perlu dipahami, apapun jurusan yang kamu pilih, kamu tetap bisa sukses selama menjalaninya dengan senang hati terlebih diikuti dengan bakat.

4. Terpaku pada lokasi

Terlepas pada apakah kamu termasuk orang yang bisa jauh dari orangtua atau tidak, baiknya jangan jadikan lokasi kampus menjadi penghalang, melainkan sesuatu yang dapat menunjang studi kamu saat kuliah.

Saat lokasi kampus berada di luar kota dan kamu terpaksa harus jadi anak kos, maka kamu juga akan belajar tentang kehidupan yang sebenarnya, mulai dari hidup mandiri, mengatur keuangan, hingga bagaimana bersosialisasi dengan banyak orang.

Tanpa sadar, sesi merantau ini akan mengasah kemampuan hidup (life skill) yang sangat dibutuhkan saat memasuki dunia kerja nanti.

5. Peluang masuk besar

Hindari memilih kampus hanya karena peluang masuknya besar, karena ini bisa membuat kamu malas belajar dan justru gagal masuk kampus pilihan. Walau peluang masuk rendah, bukan berarti tidak mungkin untuk kamu gapai selama usaha yang kamu jalani maksimal.

Baca juga: Pendaftaran LTMPT SBMPTN Dibuka Hari Ini, Ini Biaya Resmi UTBK 2020

Tak hanya membuat kamu belajar lebih rajin, memilih jurusan atau kampus dengan keketatan tinggi dapat meningkatkan nilai CV kamu saat lulus nanti, pasalnya kamu akan dianggap sebagai mahasiswa dengan daya kompetisi tinggi.

Jadi, saat kamu memiliki kesempatan untuk menentukan dua pilihan, jatuhkan pilihan pertama pada jurusan yang paling kamu minati walau keketatan tinggi. Untuk pilihan kedua, kamu bisa memilih jurusan yang kamu minati namun dengan keketatan yang tak sebesar pilihan pertama.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.