Indonesia Punya 718 Bahasa Ibu, Jangan Sampai Punah!

Kompas.com - 22/02/2020, 21:31 WIB
Taklimat media di Jakarta, Jumat (21/2/2020), pada peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional Tahun 2020 bertema Melestarikan Bahasa Daerah untuk Pemajuan Bangsa yang diselenggarakan oleh Badan Bahasa Kemendikbud bekerja sama dengan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO. Badan Bahasa KemendikbudTaklimat media di Jakarta, Jumat (21/2/2020), pada peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional Tahun 2020 bertema Melestarikan Bahasa Daerah untuk Pemajuan Bangsa yang diselenggarakan oleh Badan Bahasa Kemendikbud bekerja sama dengan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO.

KOMPAS.com - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa ( Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud), memublikasikan data bahwa saat ini terdapat 718 bahasa ibu yang sudah teridentifikasi di Indonesia.

Bahasa ibu merupakan bahasa yang dipelajari pertama kali oleh seseorang sedari kecil secara alamiah dan menjadi dasar sarana komunikasi serta pemahaman terhadap lingkungannya.

Dalam lingkup di Indonesia, bahasa ibu diidentikkan dengan bahasa daerah atau bahasa lokal.

Kepala Badan Bahasa Prof Dr Dadang Sunendar, MHum mengatakan, sebagai negara yang mempunyai begitu banyak bahasa daerah, sudah seharusnya masyarakat Indonesia melestarikan bahasa tersebut sesuai dengan daerahnya masing-masing.

Pelestarian bahasa daerah itu tidak hanya untuk generasi sekarang, tetapi juga untuk generasi yang akan datang.

“Jadi sebagai negara yang memiliki banyak bahasa, saya pikir sudah seharusnya kita mengimbau masyarakat untuk tetap mewariskan bahasa-bahasa ibu kepada anak-anaknya,” ujar Dadang Sunendar dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Baca juga: Bagaimana Bahasa Bisa Punah?

Acara itu merupakan bagian dari peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional Tahun 2020 dengan tema “Melestarikan Bahasa Daerah untuk Pemajuan Bangsa” yang diselenggarakan oleh Badan Bahasa bekerja sama dengan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU).

“Jangan sampai bahasa ibu yang menjadi ciri kebinekaan bahasa Indonesia itu lama-lama hilang dan punah,” imbuh Dadang.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, dijelaskan bahwa pengidentikan bahasa ibu sebagai bahasa daerah berdasarkan pada keberagaman suku dan wilayah yang memiliki bahasa daerah yang berbeda-beda dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga.

Sesuai hasil Sensus Penduduk dari BPS tahun 2010, penduduk Indonesia berusia di atas 5 tahun yang masih menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari sebanyak 79,5 persen.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X