5 Langkah Kolaborasi Belajar Anak dan Orangtua Menyenangkan di Tahun Ajaran Baru

Kompas.com - 17/07/2020, 20:47 WIB
Agar orangtua dan siswa bisa berkolaborasi saat belajar dari rumah, guru perlu merancang beberapa kegiatan pembelajaran yang mendorong kolaborasi tersebut bisa terjadi. DOK. TANOTO FOUNDATIONAgar orangtua dan siswa bisa berkolaborasi saat belajar dari rumah, guru perlu merancang beberapa kegiatan pembelajaran yang mendorong kolaborasi tersebut bisa terjadi.

Oleh: Krista Adayu | Guru SDN Gumilir 06, Cilacap, Jawa Tengah

KOMPAS.com - Awalnya saya dan siswa mengalami kesulitan dengan pola belajar baru di masa pandemi. Siswa yang biasa di sekolah belajar didampingi guru, sekarang harus mandiri belajar dari rumah.

“Bu Guru saya kesulitan mempraktikkan percakapan ini. Untuk soal matematika ini saya juga bingung cara mengerjakannya. Haruskah ini dikerjakan sendiri Bu?” demikian beberapa pertanyaan dan keluhan disampaikan Aufa dan teman-temannya di kelas VI.

Masalah tersebut saya sampaikan kepada orangtua untuk mencari solusinya.

Kami membuat kesepakatan dalam mendampingi anak belajar dari rumah. Tidak berarti setiap waktu orangtua harus mendampingi anaknya belajar, tetapi ada kesepakatan kegiatan pendampingan atau pemantauan orangtua saat anak belajar di rumah.

Kesepakatannya yaitu:

  • Guru memberikan informasi kepada orangtua pendampingan yang perlu diberikan kepada anak.
  • Orangtua menjadi teman belajar, sumber informasi, motivator, dan menyediakan alat bahan pembelajaran bagi anaknya.

Agar orangtua dan siswa bisa berkolaborasi saat belajar dari rumah, saya merancang beberapa kegiatan pembelajaran yang mendorong kolaborasi tersebut bisa terjadi.

Bagaimana bentuknya?

Baca juga: Berkah dan Tantangan PJJ di Tahun Ajaran Baru Era Normal Baru

1. Melakukan percobaan di rumah

Kegiatan percobaan dirancang dengan menggunakan alat dan bahan yang ada di rumah. Pada kegiatan ini siswa yang melakukan percobaan, orangtua membantu menyediakan alat dan bahan, serta memvideokan kegiatan dan laporan percobaan siswa.

Misalnya saat melakukan percobaan uji amilum atau kandungan karbohidrat pada bahan bahan makanan di rumah, siswa dan orangtua berdiskusi alat dan bahan yang bisa dipakai. Ada yang menggunakan nasi, kentang, sayuran, sampai buah-buahan yang ada di rumahnya.

Saya membuat vlog untuk membantu siswa dan orangtua memahami kegiatan percobaan yang akan dilakukan. Linknya saya kirimkan melalui WhatsAppp paguyuban kelas. Kemudian anak-anak mempraktikkannya sesuai petunjuk di vlog tersebut.

Orangtua membantu merekam kegiatan dan presentasi laporan percobaan anaknya.

2. Membuat proyek rencana belanja

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X