Kompas.com - 17/10/2020, 10:13 WIB
|

"Perpustakaan kita konsepnya mendatangi, bukan didatangi. Kita bebaskan saja, mau tangan basah atau kotor sok aja. Asal orang megang, tertarik, dan tahu dulu," tuturnya.

Dengan konsep kebebasan tersebut membuat dirinya sampai saat ini tidak pernah menghitung koleksi bukunya. Bahkan Wahyu juga tidak takut jika bukunya hilang. Sebab, dia sudah memiliki niat untuk menghibahkan bukunya kepada publik.

Namun, ternyata sejauh ini koleksi buku foto di perpustakaannya tidak ada yang hilang. "Mereka mungkin menyadari bahwa ini adalah aset bersama. Karena merasa memiliki, jadi sama-sama menjaga," katanya.

Ditambahkan, kini koleksi buku foto dalam negeri mulai banyak. Sehingga koleksi buku foto dalam dan luar negeri di perpustakaan fotografi kelilingnya telah seimbang.

Dia juga berharap, kedepan perpustakaan keliling fotografinya bisa kembali keliling dan semua buku foto koleksi Indonesia. Tak hanya itu saja, dia juga ingin mewujudkan mimipi bahwa tahun depan bisa membuka lapak di luar negeri.

Kenalkan pada anak usia dini

Disamping membuka lapak perpustakaan, Wahyu menciptakan ruang belajar di Red Raws Center, Kompleks Pasar Seni & Antik Cikapundung, Kota Bandung.

Bagi Wahyu, Red Raws Center merupakan lab fotografi karena bisa mengakomodasi segala kegiatan fotografi dalam skala kecil.

"Di sini adalah ruang untuk semua kegiatan fotografi. Mulai dari edukasi, riset hingga pameran. Secara reguler, ada program Selasa Baca yang diakhiri dengan diskusi karena diskusi buku foto juga kurang (jarang dibahas)," terangnya.

Bahkan, komunitasnya juga fokus mengenalkan buku foto kepada anak usia dini melalui program PFK Goes To School.

"Kita sangat menawarkan diri jika ada sekolah yang membutuhkan kita untuk share dan koleksi buku foto. Kita sangat welcome. Kita juga ingin mengenalkan foto buku lewat dunia pendidikan," ungkapnya.

Baca juga: Pentingnya Menjaga Daya Tahan Tubuh bagi Anak Usia Dini

Karena kecintaannya pada buku fotografi, Wahyu menjelaskan bahwa buku foto merupakan peninggalan sebuah peradabaan.

Sekaligus membuka kesadaran orang-orang untuk membingkai warisannya, baik tentang pribadi, daerah, tempat wiasata ataupun kebudayaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.