Anak Susah Belajar? Orangtua, Pahami Beberapa Hal Berikut Ini

Kompas.com - 23/10/2020, 07:12 WIB
Ilustrasi anak belajar shutterstockIlustrasi anak belajar
|

KOMPAS.com - Bagi para orang tua yang memiliki anak usia dini, apakah anak Anda susah fokus? Susah untuk belajar? Apakah maunya main terus?

Pasti beberapa pertanyaan di atas sudah menjadi hal yang wajar dialami para orang tua. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang mengharuskan peserta didik mengikuti pembelajaran jarak jauh.

Sebelumnya, para orang tua hedaknya paham apa itu belajar. Melansir laman Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud), Jumat (23/10/2020), ini penjelasannya.

Baca juga: 6 Cara Kelola Emosi pada Pengasuhan Anak Usia Dini

Apa itu belajar?

  • Belajar adalah sebuah proses yang terus menerus.
  • Tujuan belajar pada anak adalah untuk membantunya memahami sesuatu yang akan ia gunakan untuk memecahkan masalah sehari-hari.
  • Proses belajar dapat terjadi melalui pelajaran, pengajaran, percobaan, dan mengambil hikmah dari kesalahan.
  • Bagaimana cara untuk memecahkan masalah melalui pengalaman? Dengan memberi kesempatan anak untuk mencoba, untuk memecahkan masalah yang sesuai dengan usianya dan mengalami kesalahan.
  • Kesalahan dan kegagalan adalah bagian alami dari proses belajar.

Orang tua juga harus paham seperti apakah pola pengasuhan yang paling mendukung proses belajar?

1. Demokratis

2. Otoriter

3. Memanjakan

4. Abai

Proses belajar yang baik membutuhkan persiapan sebelumnya. Dukungan sebelum belajar bermanfaat agar anak dan orang tua sama-sama siap menghadapi tantangan selama belajar.

Setelahnya, orang tua dan anak juga perlu mendiskusikan apa yang terjadi selama proses belajar yang sudah dilalui. Dukungan setelah proses belajar bermanfaat agar anak lebih
memahami apa yang dipelajarinya.

Dukungan sebelum, saat, dan setelah belajar terdiri dari dukungan fisik dan dukungan psikologis.

Dengan begitu, proses belajar menjadi suatu kesatuan yang utuh dan memberi manfaat yang optimal bagi anak.

Untuk itulah para orang tua harus memperhatikan sebelum, saat, dan setelah belajar. Perlu pula dukungan fisik dan psikologis.

Sebelum proses belajar

Berikut ini bentuk-bentuk dukungan fisik sebelum proses belajar:

1. Mengecek apakah apakah kita dan anak kita dalam keadaan cukup istirahat, sudah makan dan cukup minum.

2. Mempersiapkan recana yang akan dipelajari anak. Diskusikan dengan anak agar ia semangat melakukannya.

3. Mempersiapkan perlengkapan belajar, seperti alat tulis, buku, dan peralatan lain yang memudahkan anak untuk belajar.

4. Mempersiapkan situasi belajar yang aman dari gangguan. Beri anak ruang khusus untuk belajar. Ruang ini dapat berisi meja lipat, Alat Peraga Edukatif (APE), dan atau tikar untuk anak ketika belajar.

Baca juga: Pentingnya Menjaga Daya Tahan Tubuh bagi Anak Usia Dini

Jadi, anak susah belajar adalah hal yang wajar. Karena itu para orang tua harus memahami beberapa hal di atas. Tentu agar anak mudah diarahkan untuk mau belajar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X