7 Cara Berkomunikasi dengan Anak Disabilitas Pendengaran

Kompas.com - 27/10/2020, 09:17 WIB
Ilustrasi anak ShutterstockIlustrasi anak
|

KOMPAS.com - Seringkali kita berjumpa dengan anak yang masuk kategori Anak Disabilitas Pendengaran ( ADP). Bagaimana jika kita akan berinteraksi atau berkomunikasi?

Apakah sama dengan anak-anak pada umumnya? Tentu berbeda. Maka dari itu, penting sekali Anda paham bagaimana cara berkomunikasi dengan ADP.

Melansir laman Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud), Selasa (27/10/2020), orang tua atau masyarakat harus paham ADP.

ADP adalah seseorang yang mengalami gangguan pendengaran, baik sebagian atau seluruhnya, dan biasanya mengalami hambatan dalam berbicara dan berbahasa.

Baca juga: 5 Cara Mendampingi Anak di Dunia Maya bagi Orangtua

Secara sosial budaya ADP bukan merupakan kecacatan, bukan pula disabilitas fisik, walaupun sebagian besar masyarakat menilai ADP adalah anak yang tidak bisa mendengar.

Mereka adalah kelompok minoritas linguistik pengguna bahasa isyarat. Jadi, ada isyarat-isyaratnya nih jika Anda berkomunikasi dengan ADP.

ADP mengalihkan pengamatan melalui indera mata. Melalui mata, ADP memahami bahasa lisan atau oral, melihat gerakan isyarat tubuh, ekspresi wajah, dan membaca gerak bibir lawan bicara.

Pada kategori ketulian ringan, ADP menggunakan alat bantu dengar. Tentu alat itu untuk memudahkan berkomunikasi berinteraksi dengan sekitarnya. Bagi orang tua atau masyarakat, seperti ini 7 cara berinteraksi dan berkomunikasi dengan ADP:

1. 3S (Sentuh, Salam & Sapa)

Bila ADP tidak bertatap muka dengan orang tua atau orang dewasa, sentuh/tepuk pundak ADP agar tahu bahwa kita sedang mengajaknya berbicara.

Yang boleh dilakukan:

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X