Kompas.com - 03/11/2020, 16:55 WIB
Ilustrasi mahasiswa sedang mengasah soft skill. DOK. PEXELSIlustrasi mahasiswa sedang mengasah soft skill.

Zaman terus berkembang dan seiring berjalannya waktu akan terjadi pergeseran segala hal yang konvensional ke arah digital. Sebagai contoh sederhana, belanja lewat aplikasi.

Dengan adanya pergeseran tenaga manusia ini, teknologi akan berpengaruh besar terhadap peluang kerja dan standar.

“Pengaruh teknologi yang besar sehingga membuat peluang kerja dan standar pun tidak selamanya berlaku sama serta menjadikan pengangguran,” jelas Ditjen Dikti.

Baca juga: Mahasiswa, Ini 8 Kegiatan Pembelajaran pada Kampus Merdeka

Maka dari itu, keterampilan nonteknis pada mahasiswa menjadi penting agar terhindar dari pengangguran.

2. Alasan kuat memilih pekerjaan

Alumnus dari Ritsumeikan Asia Pacific University Dharma Mahdi Ramadhan pernah menuturkan bahwa kemampuan teknis sangat bisa dilatih, tetapi kemampuan nonteknis atau karakter membutuhkan waktu yang lebih lama.

Maka dari itu, masa perkuliahan merupakan saat yang tepat untuk mencoba berbagai kemampuan nonteknis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Semakin banyak Insan Dikti mencoba berbagai soft skill semasa kuliah, maka akan merasakan keterampilan mana yang cocok untuk dikembangkan,” imbuh Ditjen Dikti.

Alhasil, mahasiswa menjadi tidak bingung nanti mau menentukan pekerjaan setelah lulus kuliah.

3. Memperkuat mental

Dengan mengasah kemampuan nonteknis, mental mahasiswa akan semakin terasah dan memiliki sikap rajin serta pantang menyerah untuk menjaga konsistensi.

“Jika Insan Dikti mempelajari berbagai keterampilan dalam jeda waktu yang lama, konsistensi itu akan terlihat di masa mendatang,” papar Ditjen Dikti.

4. Memiliki relasi luas

Dalam proses mengasah kemampuan nonteknis, mahasiswa pasti akan bertemu dengan orang baru yang mungkin memiliki minat yang serupa.

Dengan begitu, mahasiswa bisa memiliki relasi atau networking yang luas. Relasi yang dijalin akan membantu mahasiswa memiliki peluang karier.

“Insan Dikti perlu memiliki relasi luas karena mereka dapat membantu mencarikan pekerjaan yang cocok dan sesuai dengan skill yang Insan Dikti miliki,” pungkas Ditjen Dikti.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X