Dr. Trisno Ikhwanudin, S.Si., M.A.
Widyaiswara/Teacher Traine

Widyaiswara/Teacher Trainer | Mathematics & Special Education | PPPPTK TK dan PLB, Kemdikbud RI

Pembelajaran Matematika Berbasis Konteks, Menumbuhkan Kemampuan Numerasi

Kompas.com - 14/01/2021, 15:25 WIB
Ilustrasi matematika DOK. PIXABAYIlustrasi matematika

KOMPAS.com - Mulai tahun 2021, Kemendikbud akan melaksanakan program Asesmen Nasional. Salah satu instrumen dalam Asesmen Nasional adalah Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), selain Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar.

AKM bukan pengganti Ujian Nasional (UN), karena keduanya sangat berbeda. Perbedaannya, UN dilaksanakan di akhir jenjang, AKM dilakukan di kelas 5, 8, dan 11. Selain itu, UN dilaksanakan untuk semua murid, sedangkan AKM dilakukan untuk murid dipilih (sampel).

AKM berfokus mengukur kemampuan murid pada bidang literasi membaca dan literasi matematika (numerasi). Tulisan kalin ini akan fokus pada bagian numerasi AKM.

Pada bagian numerasi AKM, konten yang dinilai adalah Bilangan, Aljabar, Geometri, Pengukuran, serta Data dan Ketidakpastian.

Untuk proses kognitifnya, yang dinilai adalah pemahaman, penerapan, dan penalaran; sedangkan konteksnya dapat berupa personal, sosial budaya, dan saintifik.

Baca juga: Pelajaran Matematika Menakutkan? Pakar: Ini Lho Rahasianya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Memahami konteks lewat soal cerita

Agar lebih jelas, berikut adalah salah satu contoh soal numerasi AKM level 2, materi kelas 4 SD.

Contoh soal dapat dilihat pada laman: pusmenjar.kemdikbud.go.id/akm.

Soalnya adalah sebagai berikut: “Perpustakaan sekolah mendapatkan sumbangan buku-buku dari orang tua murid. Sebanyak tiga puluh persen adalah buku cerita fiksi, nol koma dua puluh lima buku pelajaran, dan sisanya buku ensiklopedia. Berapa bagian dari semua buku yang disumbangkan merupakan buku ensiklopedia?”

Pada soal di atas, murid diharapkan untuk memahami pecahan, beserta kaitannya dengan bentuk persen dan desimal dalam soal cerita.

Konten yang dinilai adalah Bilangan, proses kognitifnya penerapan, sedangkan konteksnya adalah sosial, yakni sumbangan buku-buku dari orang tua murid untuk perpustakaan sekolah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.