Kompas.com - 14/02/2021, 17:18 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|

KOMPAS.com - Mendampingi anak melakukan belajar di rumah bukan hal mudah bagi sebagian orangtua. Salah satu kendala yang kerap dihadapi adalah daya fokus anak yang tidak bertahan lama.

Tantangan ini kerap dihadapi orangtua yang memiliki anak di jenjang PAUD atau awal Sekolah Dasar (SD). Kadang muncul pertanyaan, kenapa anak terlihat kurang fokus saat belajar di rumah?

Melansir akun Instagram @rumah.dandelion, orangtua bisa memahami rentang perhatian anak sesuai usia mereka.

Rentang perhatian anak sesuai usia:

  1. 3 tahun: 4 sampai 15 menit

    2. 4 tahun: 5 sampai 20 menit

    3. 5 tahun: 6 sampai 25 menit

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

    4. 6 tahun: 7 sampai 30 menit

Anak di usia 3 sampai 6 tahun belum mampu fokus pada satu kegiatan belajar. Sehingga wajar jika mereka mudah merasa bosan.

Baca juga: Ungkapkan Kasih Sayang, Bantu Perkembangan Anak Lebih Optimal

Tips agar anak lebih fokus saat belajar

Ada beberapa tips yang bisa dilakukan para orangtua di rumah saat mendampingi anaknya melakukan belajar. Orangtua bisa mencoba mengurangi hal-hal yang bisa mengganggu fokus anak saat belajar.

  • Pilih ruang belajar yang sedikit distraksi untuk anak. Misalnya yang tidak banyak mainan atau pajangan.
  • Bila anak mudah teralihkan perhatiannya karena orang-orang yang dilihatnya, ajak anak mengerjakan tugas di tempat yang lebih jarang dilewati orang.
  • Bila anak mudah terganggu dengan suara, matikan televisi atau radio saat anak mengerjakan tugas.
  • Orangtua sebaiknya tidak asyik dengan hal lain ketika mendampingi anak belajar dan fokus pada anak.

Baca juga: Ternyata Menggambar Banyak Manfaat bagi Anak, Begini Kata Psikolog UGM

Permainan yang bisa melatih daya fokus anak

Untuk melatih anak memiliki daya fokus yang lebih lama, ada beberapa permainan yang bisa dilakukan bersama orangtua.

  • Bermain sensory play
  • Menyusun puzzle
  • Memasukkan bola ke keranjang
  • Menyusun balok

Seperti yang dialami seorang ibu rumah tangga di Yogyakarta, Astri Kartini saat mendampingi putrinya belajar di rumah. Astri harus memilih jam-jam tertentu agar putrinya yang masih duduk di kelas 1 SD benar-benar fokus dengan materi belajar atau tugas yang harus dikerjakan.

"Apalagi kalau ada acara televisi yang disukai, anak saya jadi tidak fokus untuk mengerjakan tugas atau mendengarkan materi yang saya bacakan," beber Astri kepada Kompas.com, Minggu (14/2/2021).

Harus sering diingatkan untuk fokus dulu

Menurut Astri, saat mendampingi anak belajar, suasana rumah harus hening tanpa ada suara televisi atau radio.

"Saya biasanya memulai mendampingi anak belajar pukul 10.00. Kalau terlalu pagi atau terlalu malam malah anaknya sering tidak fokus," imbuh Astri.

Baca juga: Ragam Manfaat Anak Pelajari Bahasa Asing Menurut Psikolog

Meski sudah hening, kadang niat untuk bermain anak lebih kuat daripada untuk belajar. Sehingga selama mengerjakan tugas, ia pun harus selalu diingatkan kembali agar fokus dulu dan semua tugas dari sekolah diselesaikan terlebih dahulu.

"Harus sering-sering diingatkan agar fokus dulu. Setelah tugasnya selesai, baru boleh bermain lagi," imbuh Astri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.