Strategi Guru Melahirkan Siswa Berprestasi di Tengah Pandemi

Kompas.com - 05/04/2021, 12:06 WIB
Seorang siswa mencoba duduk di meja belajar yang ditambahkan plastik di sekelilingnya di SMAN 4 Kota.Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (8/7/2020). KOMPAS.COM/BUDIYANTOSeorang siswa mencoba duduk di meja belajar yang ditambahkan plastik di sekelilingnya di SMAN 4 Kota.Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (8/7/2020).

Oleh: Mahir Martin | Guru SMAN Banua Banjarmasin, Kalsel

KOMPAS.com - Pandemi memang tidak seharusnya menghambat siswa berprestasi. Meskipun berada dalam kondisi yang serba sulit, tak selayaknya siswa menyerah pada keadaan. Jika ada kemauan yang kuat, ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh siswa untuk bisa berprestasi.

Sudah tentunya, siswa tak bisa sukses berprestasi dengan sendirinya. Dibutuhkan peran aktif orangtua dan guru untuk bisa menggali potensi siswa. Selain itu, dorongan dan motivasi juga menjadi hal kunci dalam melakukan pendampingan kepada siswa untuk bisa mencapai prestasi.

Bagi seorang guru, bisa mengantarkan siswa untuk menuju jalur prestasi adalah sebuah kebanggan tersendiri. Pencapaian prestasi apa yang diraih bukanlah tujuan utama. Yang lebih penting adalah bagaimana proses pencapaiannya.

Bahkan terkadang siswa yang dibimbing bisa saja gagal meraih prestasi terbaiknya. Yang perlu dilakukan guru adalah untuk terus memberikan dorongan dan motivasi. Karena sejatinya, proses yang berkelanjutan itulah yang akan membawa siswa kepada puncak prestasi.

Terkait ini, saya memiliki pengalaman. Di akhir bulan Februari lalu, saya berkesempatan menjadi salah satu pembimbing pada ajang kompetisi Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) 2021.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

ISPO sendiri adalah ajang kompetisi proyek sains yang merupakan bagian dari rangkaian acara Festival Sains dan Budaya (FSB) yang dimotori oleh konsultan pendidikan Eduversal Indonesia.

Selain ISPO, Festival Sains dan Budaya menghadirkan kompetisi Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (OSEBI). Jika ISPO mengusung bidang sains, maka OSEBI menitik beratkan kompetisi pada bidang seni dan Bahasa Indonesia.

 

Ada dua siswa yang saya bimbing untuk membuat proyek yang berhubungan dengan pandemi Covid-19.

Tahun lalu, kami sempat juga mengikuti ISPO. Namun sayangnya, kami gagal di babak final. Tahun ini, kami mencoba peruntungan untuk kembali mengikuti ISPO dengan proyek sains yang berbeda.

Baca juga: Segera Ditutup, Ini Cara Daftar PTKIN Jalur Seleksi Prestasi Akademik

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.