Kompas.com - 17/09/2021, 08:57 WIB
Mahasiswa UNS menciptakan inovasi Fruit Audio Aroma yang merupakan media pembelajaran buah-buahan bagi anak tunanetra.
Dok. Humas UNSMahasiswa UNS menciptakan inovasi Fruit Audio Aroma yang merupakan media pembelajaran buah-buahan bagi anak tunanetra.
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menciptakan Fruit Audio Aroma yang merupakan inovasi media pembelajaran buah-buahan bagi anak tunanetra.

Para mahasiswa ini tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC). Melalui riset yang memadai tim PKM-KC FKIP UNS, media Fruit Audio Aroma ini telah dibuat sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan tunanetra.

Karakteristik itu antara lain media yang berbentuk tiga dimensi (3D), memiliki audio, memiliki aroma, dan terdapat huruf braille.

Fruit Audio Aroma merupakan media pembelajaran inovatif berbentuk buah-buahan 3D. Selain memiliki bentuk 3D, bagian dalamnya memuat audio dengan tiga bahasa yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Jawa.

Baca juga: Prediksi Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi, Begini Penjelasan Pakar ITB

Media pembelajaran bagi anak tunanetra

Audio tersebut disimpan melalui penyimpanan awan berupa Google Drive dan tersaji dalam bentuk QR Code yang dapat dipindai dengan aplikasi pemindai. Fitur lain yang dimiliki Fruit Audio Aroma terdapat pada aroma khas buah yang berasal dari parfum buah dan huruf braille yang diukir pada alas media.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tim PKM-KC FKIP UNS ini beranggotakan 5 mahasiswa, yakni Egita Widya Astuti, Isnaini Nur Rohmatun, Ayu Resti Eka Pratiwi, Dewi Wahyu Nugrahani serta Danang Pamarsudi Lastomo.

"Media Fruit Audio Aroma dibuat dengan tujuan sebagai solusi untuk mengatasi masalah dalam proses pembelajaran ABK tunanetra terkait materi buah-buahan," kata ketua tim Egita seperti dikutip dari laman UNS, Kamis (16/9/2021).

Menurut Egita, dari media pembelajaran ini diperoleh manfaat yaitu untuk meningkatkan dan mengoptimalkan kepekaan indera peraba, pendengar, dan penciuman pada anak tunanetra.

Selain itu, (Fruit Audio Aroma) dapat digunakan untuk mengajari keanekaragaman bahasa pada anak tunanetra.

Baca juga: Intip 3 Universitas Termegah Dunia

Media pembelajaran yang inovatif dan kreatif

Kepala Program Studi (Kaprodi) PGSD Surakarta, Idam Ragil Widianto Atmojo menyampaikan, ide membuat media pembelajaran bagi anak tunanetra ini inovatif dan kreatif. Karena memadukan dan mengoptimalkan semua indra kecuali penglihatan.

"Diharapkan para tunanetra dapat dengan mudah memahami," tutur Idam Ragil Widianto Atmojo.

Dia juga turut mendukung pentingnya keberadaan dan pengembangan suatu media pembelajaran, khususnya bagi tunanetra yang belum banyak dikembangkan.

"Media pembelajaran sangat penting, media merupakan alat bantu untuk menyampaikan materi guna mencapai tujuan pembelajaran, media pembelajaran untuk tunanetra masih belum dikembangkan dengan baik," papar Idam Ragil.

Baca juga: Rekomendasi 3 Sekolah Kedinasan bagi Siswa IPS

Dosen pembimbing inovasi ini Septi Yulisetiani berharap media Fruit Audio Aroma dapat memberikan manfaat bagi dunia pendidikan dan membawa tim menuju Pimnas 34.

"Semoga dengan diciptakannya Fruit Audio Aroma sebagai media pembelajaran untuk anak tunanetra dapat membawa manfaat bagi dunia pendidikan serta membawa tim PKM-KC ini untuk menuju Pimnas 34," tandas Septi Yulisetiani.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.