Kompas.com - 27/10/2021, 19:45 WIB
Gabungan dosen Institut Teknologi Sumatera (Itera) turut mendampingi pengembangan komoditas Alpukat Siger 1 di Lampung Timur. Tangkap layar laman IteraGabungan dosen Institut Teknologi Sumatera (Itera) turut mendampingi pengembangan komoditas Alpukat Siger 1 di Lampung Timur.
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Semua orang tentu sudah mengetahui manfaat bagus buah alpukat bagi tubuh. Buah ini juga bisa tumbuh subur dan banyak dibudidaya di Indonesia.

Ada beberapa jenis alpukat yang biasa dibudidayakan dan ada di pasaran. Seperti Alpukat Mentega, Alpukat Wina, Alpukat Kendil dan beberapa jenis alpukat lainnya.

Di Lampung saat ini tengah dikembangkan komoditas Alpukat Siger 1 di Lampung Timur melalui program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Tim dosen Institut Teknologi Sumatera (Itera) Lampung dari Pusat Riset dan Inovasi (Purino) Sains Informasi Geospasial berkolaborasi dengan dosen Program Studi Teknik Geomatika turut mendampingi pengembangan agroforesty Alpukat Siger Sibatu sebagai tanaman unggulan lokal Lampung.

Baca juga: Tertarik Jadi Pengusaha Kuliner, 7 Jurusan Kuliah Ini Jadi Pilihan

Sifat unggul Alpukat Siger Sibatu Lampung

Keterlibatan tim dosen Itera ini menjadi tindaklanjut dari kerja sama Itera dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Way Seputih Way Sekampung (BPDAS WSS).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala BPDAS WSS Idi Bantara menerangkan, Alpukat Siger Sibatu merupakan jenis alpukat lokal Lampung yang berasal dari Desa Girimulyo, Lampung Timur.

"Alpukat Siger Sibatu memiliki sifat unggul yang layak dikembangkan. Produktivitas alpukat ini sangat tinggi dan memiliki bentuk buah yang berbeda dari jenis alpukat lainnya," terang Idi Bantara seperti dikutip dari laman Itera, Rabu (27/10/2021).

Sementara Sekretaris Desa Girimulyo, Sanyoto mengungkapkan keunggulan pohon alpukat Siger Sibatu ini. Menurutnya, pada usia 3 tahun satu pohon alpukat Siger Sibatu bisa menghasilkan minimal buah sebanyak 70 kg. Hasil ini masih bisa ditingkatkan lagi dengan pola intensifikasi pertanian.

"Saya berharap alpukat asli Lampung ini bisa dikenal dan memberi manfaat yang luas hingga nasional," ungkap Sanyoto.

Baca juga: Siswa SMP Perlu Tahu Pendidikan Kesehatan Reproduksi, Ini Tujuannya

Butuh perencanaan pengelolaan sesuai bentang alam

Kepala Pusat Riset dan Inovasi Sains Informasi Geospasial (SIG) Itera, M. Ulin Nuha menambahkan, kolaborasi yang dilakukan antara Itera dengan BPDAS WSS, adalah dengan upaya mengembangkan tanaman alpukat tersebut secara asri dan berkelanjutan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.