Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
APTIK - Berbagi Gagasan untuk Bangsa
Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik

Platform Pusat Kajian Pendidikan Tinggi Indonesia Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (Aptik) guna menyebarluaskan gagasan mengenai pendidikan tinggi untuk memajukan pendidikan di Indonesia.

Mengembalikan "Roh Pendidikan" lewat Pedagogi Belajar Daring dari Rumah

Kompas.com - 14/09/2020, 11:46 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Namun, kesulitan tersebut dapat diatasi dengan menerapkan paradigma SCL yang memang menuntut perubahan berbagai hal berikut:

Pertama, pembelajaran yang baik sebaiknya bersifat tidak langsung. Kegiatan belajar mandiri harus dirancang sedemikian rupa mahasiswa menjalani atau mengerjakan sesuatu yang menarik atau menantang tetapi secara tidak langsung akan mempelajari sebuah pengetahuan tertentu.

Sebagai contoh, untuk membantu peserta didik mempelajari konsep dan makna beberapa parameter dalam Statistika Deskriptif, peserta didik bisa diminta mendata berat buku yang ia miliki lalu menentukan rata-rata, simpangan baku, median, modus, dan lain-lain.

Gairah belajar peserta didik akan rendah bila konsep ini disajikan langsung memakai rumus dan contoh, lalu hanya diminta mengerjakan latihan soal.

Kedua, pembelajaran SCL yang baik harus bersifat kontekstual dengan situasi peserta didik. Dalam rencana kegiatan belajar mandiri, dosen harus memberi keleluasaan kepada mahasiswa baik menyangkut obyek yang dikerjakan maupun cara melaporkan hasil pekerjaannya.

Dari contoh di atas, kalau keluarga peserta didik tersebut tidak mempunyai koleksi buku dalam jumlah yang memadai maka buku bisa diganti dengan barang lain seperti baju atau batu yang ada di rumahnya.

Ketiga, pembelajaran SCL menuntut model evaluasi yang sesuai. Salah satu kerumitan dari kegiatan belajar dari rumah adalah mengevaluasi capaian belajar peserta didik memakai model evaluasi pembelajaran normal.

Untuk itu perlu ada perubahan pemakaian model evaluasi hasil belajar dengan tetap mengutamakan otentisitas.

Cara evaluasi paling otentik adalah evaluasi individual lewat wawancara terstruktur. Wawancara dapat dilangsungkan baik secara visual, audio, maupun tekstual tergantung sarana mana yang ada.

Selain wawancara, evaluasi hasil belajar juga dapat dilakukan memakai pendekatan portofolio dari hasil kerja mandiri yang dikumpulkan.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+