Kompas.com - 04/05/2021, 09:40 WIB

KOMPAS.com - Pendidikan tinggi yang inklusif, khususnya bagi daerah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T) menjadi refleksi yang digelar Universitas Terbuka dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional 2021. 

Terkait hal itu, Senin, 3 Mei 2021, UT mengadakan kegiatan webinar Knowledge Sharing Forum (KSF) dengan tajuk “Implementasi Kampus Merdeka untuk Mendukung Pembangunan Indonesia dari Pinggiran Berlandaskan Empat Pilar Kebangsaan”.

Moderator webinar, Sri Sediyaningsih atau biasa disapa Dian Budiargo menyampaikan, forum ini sejalan dengan tema yang diusung Hari Pendidikan Nasional tahun ini yakni "Serentak Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar".

"Ada Kebersamaan, ada semangat, ada kemerdekaan belajar yang tentunya diiringi dengan tanggungjawab untuk mewujudkan pendidikan Indonesia yang lebih baik," ungkap Dian dalam pengantar acara.

Humas PPHIK LPPM UT ini mengungkapkan KSF yang digelar UT tahun ini diikuti lebih dari 1.900 peserta yang berasal dari kalangan dosen, pendidik, pemerhati pendidikan dan masyrakat umum dari berbagai provinsi Indonesia dan juga peserta manca negara seperti dari Hong Kong, Saudi Arabia, dan Singapura.

Baca juga: Hardiknas 2021: Ini 4 Hal yang Diterapkan Jokowi Semasa Sekolah

Forum diskusi menghadirkan beberapa pembicara kunci, antara lain; Bambang Soesatyo (Ketua MPR RI), Prof. Nizam (Dirjen Dikt, Kemendikbud Ristek),  Agung Hardjono (Tenaga Ahli Utama Isu Pendidikan Kedeputian II Bidang Pembangunan Manusia) dan Jabes Ezar Gaghana (Bupati Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Bapak).

Dalam sambutannya, Rektor UT, Prof. Ojat Darojat menyampaikan UT terus berjuang untuk merealisasikan visi pemerintah baik dalam pemerataan akses pendidikan tinggi, memberi kesempatan warga masyarakat yang sudah bekerja untuk meningkatkan kompetensi, dan sekaligus meningkatkan daya tampung perguruan tinggi negeri.

"Selama 36 tahun UT telah melakukan berbagai terobosan dan telah melahirkan 1.850.000 lulusan. Hampir sekitar 60 persen berdomisili di derah-daerah pinggiran. Sesungguhnya UT telah merealisasikankan program membangun Indonesia dari pinggiran," tegas Prof. Ojat.

Demikian pula saat tahun 2005, saat Pemerintah menetapkan syarat S1 minimal bagi guru, UT memberikan layanan pendidikan tinggi tidak kurang hingga lebih dari 650 ribu guru dan calon guru, termasuk guru dari daerah terpencil. 

"Sampai saat ini kita terus berusaha bagaimana menyesuaikan dengan tantangan yang berlangsung. Dengan UT bertransformasi menjadi PTN-BH, harapannya UT lebih lincah dalam perubahan," ujarnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Langsung Lolos di SNBP 2023 Pakai Prestasi, Siswa Harus Tahu Caranya

Langsung Lolos di SNBP 2023 Pakai Prestasi, Siswa Harus Tahu Caranya

Edu
Semangat Mengajar Para Guru Pedalaman, Minim Listrik, Tanpa Internet

Semangat Mengajar Para Guru Pedalaman, Minim Listrik, Tanpa Internet

Edu
Indomaret Buka 6 Lowongan Kerja Lulusan D4/S1 Semua Jurusan

Indomaret Buka 6 Lowongan Kerja Lulusan D4/S1 Semua Jurusan

Edu
Wisuda 2022, Universitas Prasetiya Mulya Usung Tema “Embarking on Fundamental Resetting” dan Ajak Lulusan Cinta Lingkungan

Wisuda 2022, Universitas Prasetiya Mulya Usung Tema “Embarking on Fundamental Resetting” dan Ajak Lulusan Cinta Lingkungan

BrandzView
Kemendikbud: Mahasiswa D3/D4 Bisa Daftar Pertukaran Mahasiswa

Kemendikbud: Mahasiswa D3/D4 Bisa Daftar Pertukaran Mahasiswa

Edu
Prof. Rudy Harjanto: Hiperrealitas Jadi Tantangan di Era Digitalisasi

Prof. Rudy Harjanto: Hiperrealitas Jadi Tantangan di Era Digitalisasi

Edu
Dosen UM Surabaya Beri 7 Tips Kencan Online di Tinder

Dosen UM Surabaya Beri 7 Tips Kencan Online di Tinder

Edu
Hari Sukarelawan Internasional, Trakindo Kembali Gelar “Volunteers Mengajar”

Hari Sukarelawan Internasional, Trakindo Kembali Gelar “Volunteers Mengajar”

Edu
Tak Bisa Wisuda di Indonesia, Mahasiswa Ini Lanjut S2 di Australia

Tak Bisa Wisuda di Indonesia, Mahasiswa Ini Lanjut S2 di Australia

Edu
Kemendikbud Buka Pertukaran Mahasiswa Merdeka 3, Cek Syaratnya

Kemendikbud Buka Pertukaran Mahasiswa Merdeka 3, Cek Syaratnya

Edu
Menginspirasi, Dua Srikandi Lulusan Prasmul Berhasil Temukan Karier Impian di Bidang STEM

Menginspirasi, Dua Srikandi Lulusan Prasmul Berhasil Temukan Karier Impian di Bidang STEM

Edu
ITC: Rata-rata Nilai Skor Sertifikasi TOEIC Siswa SMK Naik Signifikan

ITC: Rata-rata Nilai Skor Sertifikasi TOEIC Siswa SMK Naik Signifikan

Edu
Wacana KA Argo Parahyangan Ditutup, Pakar Unpad: Sengsarakan Konsumen

Wacana KA Argo Parahyangan Ditutup, Pakar Unpad: Sengsarakan Konsumen

Edu
Hidupkan Budaya Inovasi, SKSG UI Gelar Kompetisi Nasional “TMTIC 2022”

Hidupkan Budaya Inovasi, SKSG UI Gelar Kompetisi Nasional “TMTIC 2022”

Edu
Eurasia International Course FIS UNJ Bahas Kebijakan Kebencanaan di Indonesia

Eurasia International Course FIS UNJ Bahas Kebijakan Kebencanaan di Indonesia

Edu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.