Kompas.com - 08/04/2022, 16:35 WIB

KOMPAS.com - Sebagai sekolah inklusi, Sekolah Cikal melalui Pendidikan Inklusi Cikal menghadirkan program magang sebagai penulis konten (content writer) sebagai langkah pengembangan kompetensi anak-anak berkebutuhan khusus di kelas 10 dan kelas 11 SMA Sekolah Cikal Serpong pada Maret 2022.

Program magang ini dinilai pihak sekolah bertujuan untuk mengenalkan kenyataan dunia kerja profesional pada anak-anak berkebutuhan khusus, termasuk memberikan kesempatan belajar dan pengalaman bermakna dalam pengembangan diri.

Homeroom Teacher di Pendidikan Inklusi Cikal, Cicilia Dewi Puspita Sari mengatakan bahwa program magang ini merupakan salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari program belajar di kelas eksplorasi (Explore Class).

Baca juga: 3 Pola Pembelajaran untuk Latih Kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus

Di kesempatan ini, ada 5 murid dengan berkebutuhan khusus yang berpartisipasi antara lain Nayla (kelas 10), Patrick (kelas 10), Arya (kelas 11), Nico (kelas 11) dan Sharyn (kelas 11).

“Murid Kelas 10 dan Kelas 11 diberikan kesempatan untuk belajar dan mengenal lebih dalam tentang sistematika dunia kerja. Mulai dari menulis surat permohonan izin melakukan magang, serta briefing dan rapat mingguan dengan tim Content Creator. Mereka juga belajar untuk berdiskusi bersama untuk saling memberikan ide terkait penulisan konten,” tutur Cicilia, pendidik yang telah memiliki pengalaman dan keahlian dalam pendidikan anak berkebutuhan khusus.

Pemilihan profesi content writer, menurut Cicilia ternyata disesuaikan dengan minat anak-anak berkebutuhan khusus yang senang membuat konten, baik sebagai Youtuber, content creator dan content writer dengan berkolaborasi bersama Tim Marketing Cikal bagian Digital dan Creative.

“Pemilihan profesi content writer ini berawal dari diskusi yang kami lakukan di kelas Explore Class. Setelah mencari definisi dari Content Writer, mereka pun merasa tertantang dan tertarik untuk mencobanya. Kami pun berkolaborasi dengan Tim Marketing Cikal dalam memberikan ruang bagi anak-anak berlatih menjadi content writer,” cerita Cicilia.

Baca juga: Orangtua, Ini Dampak Bila Sering Memarahi Anak Saat Belajar

Sebagai salah satu murid yang ikut serta dalam program ini, Nayla P. Anggoro, murid kelas 10 Pendidikan Inklusi Cikal menceritakan bahwa berperan sebagai penulis konten merupakan pengalaman yang seru dan membuatnya lebih percaya diri.

“Selama jadi content writer seru, karena selama magang aku jadi lebih kritis dan fokus. Tugas dari content writer itu perlu fokus lebih karena menciptakan konten dari berbagai media yang dirangkum menjadi sebuah kesatuan yang menarik dan orang enjoy bacanya. Waktu awal magang ada keraguan dalam diri, karena pada dasarnya aku pemalu banget. Tapi aku harus belajar lebih percaya diri dan bersosialisasi lebih luas lagi,” ucap Nayla.

Mengembangkan minat Anak Berkebutuhan Khusus

Secara esensial, lanjut Cicilia, program magang yang dilaksanakan secara daring ini ditujukan agar anak-anak berkebutuhan khusus memperoleh pengalaman nyata tentang dunia pekerjaan, pengenalan, dan kesempatan belajar sebanyak mungkin yang juga terkait dengan hasil minat dan bakat murid tersebut.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.