Program Pintar
Praktik baik dan gagasan pendidikan

Kolom berbagi praktik baik dan gagasan untuk peningkatan kualitas pendidikan. Kolom ini didukung oleh Tanoto Foundation dan dipersembahkan dari dan untuk para penggerak pendidikan, baik guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dosen, dan pemangku kepentingan lain, dalam dunia pendidikan untuk saling menginspirasi.

RPP 1 Halaman Bisakah Hadirkan Merdeka Belajar? Bisa, Ini Caranya...

Kompas.com - 08/03/2020, 14:55 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Pertanyaan produktif terkait dengan pertanyaan yang memerlukan siswa melakukan sesuatu terlebih dahulu sebelum memberi respons secara benar.

Siswa menjadi merdeka mengembangkan potensi penalaran, literasi, numerasi, imajinasi, dan minatnya sesuai arah, gaya belajar, dan kecepatan yang dibutuhkannya.

Memahami esensi RPP 1 Lembar

Prof. Sri Minda Murni, Guru Besar Universitas Negeri Medan dan Koordinator Pengembangan LPTK Tanoto FoundationDOK. TANOTO FOUNDATION Prof. Sri Minda Murni, Guru Besar Universitas Negeri Medan dan Koordinator Pengembangan LPTK Tanoto Foundation
Sangat penting bagi Pengawas, Kepala Sekolah, dan Guru memahami esensi RPP 1 lembar ini.

Baca juga: 7 Catatan PGRI soal Merdeka Belajar dan Guru Penggerak Mendikbud Nadiem

Dengan pemahaman yang baik mereka akan dapat melakoni tugas dan tanggungjawabnya dengan benar.

Apabila ada bias maka dalam pelaksanaannya akan muncul kebingungan yang akan berakhir pada keputusasaan, kebosanan, dan pesimisme.

Apalagi bila kebingungan ini berakhir pada pemberlakuan praktik-praktik yang lama, yakni pembelajaran yang tidak memerdekakan.

Siswa kembali belajar tanpa antusiasme karena pembelajaran tidak dapat memicu kompetensi penalaran, litarasi, numerasi, imajinasi, dan minatnya.

Guru akan tetap mengunduh RPP 1 lembar yang ditawarkan baik di dunia maya maupun oleh instansi pendidikan terkait dengan biaya.

Bila yang demikian yang terjadi, maka seluruh wacana menarik ini dipastikan akan menjadi sia-sia sebagaimana banyaknya wacana-wacana menarik yang sia-sia karena baik pengawas, kepala sekolah, dan guru tak faham sehingga tak mampu menerapkannya sesuai semangatnya.

Penulis: Prof. Sri Minda Murni, Koordinator Pengembangan LPTK Program PINTAR Tanoto Foundation.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.