Kompas.com - 27/08/2020, 05:12 WIB
Tahapan perkembangan bahasa anak dari Kemendikbud. Tangkapan layar laman Direktorat PAUD KemendikbudTahapan perkembangan bahasa anak dari Kemendikbud.
|

KOMPAS.com - Bagi orang tua yang memiliki anak usia dini, maka harus paham dengan perkembangan anaknya. Terlebih mengenai perkembangan bahasa anak.

Setiap anak perkembangan bahasanya berbeda-beda. Oleh karena itu, penting sekali agar orang tua paham perkembangan bahasa anaknya.

Selain untuk berkomunikasi, bahasa juga merupakan jendela ilmu pengetahuan. Melalui bahasa anak bisa tahu banyak pengetahuan lain.

Merangkum dari modul pembelajaran jenjang PAUD yang dikeluarkan oleh Direktorat PAUD Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), berikut ini dijelaskan mengenai tahapan perkembangan bahasa anak.

Baca juga: Simak Pentingnya Peran Ayah bagi Anak Usia Dini

a. Tahap awal membaca (usia 0-3 tahun)

1. Pada tahap awal membaca, anak usia dini usia 0-3 tahun senang bereksplorasi dengan buku, majalah, katalog, dan lain-lain.

2. Anak melakukan eksplorasi dengan menyentuh langsung, melihat, merasakan, mencium baunya, dan mendengarkan kata-kata yang dibacakan dengan suara agak keras.

3. Anak senang mendengarkan cerita dengan banyak kalimat pengulangan, suara-suara ekspresif yang dramatis. Selain itu anak juga senang dengan buku-buku yang memuat gambar foto objek yang sesuai dengan dunia anak (hewan, tumbuhan).

4. Anak mulai belajar memegang pensil dan krayon untuk mencoret-coret.

5. Anak di usia ini sedang belajar bahwa tulisan membawa sebuah pesan-suatu cara untuk berkomunikasi-karena anak sering melihat orang-orang di sekitarnya menulis.

6. Pada tahap ini coretan lambat laun berubah dari gerakan lingkaran besar menjadi gambaran dan tulisan seperti coretan.

7. Tulisan seperti coretan bisa terlihat seperti awal dari garis bergelombang, sedangkan gambarnya bebas mengalir dan melingkar. Tulisan biasanya ditautkan seperti tulisan tangan dan perbedaan antara simbol untuk menggambar dan menulis mulai dibuat. Tulisan dapat berarti sesuatu yang sangat berbeda setiap kali dibaca.

b. Tahap awal muncul keaksaraan (usia 3-5 tahun)

1. Pada tahap ini anak senang dibacakan buku cerita yang disukainya, bahkan seringkali minta dibacakan berulang-ulang. Anak bahkan ikut aktif mendengarkan orang dewasa yang membacakan buku cerita kesukaannya.

2. Anak juga senang mengingat syair puisi atau lagu yang memiliki bunyi yang sama, seperti tok-tok-tok suara sepatu, sepatuku kulit lembu, kudapat dari ibu karena rajin membantu.

3. Anak juga membuka-buka halaman buku dan bermain membaca dengan suara keras untuk diri anak sendiri.

4. Di tahap ini beberapa anak sudah mulai memperhatikan kata-kata dan mulai membaca tulisan cetak di buku cerita yang dibaca.

5. Tulisan anak-anak seperti kombinasi dari menggambar dan menulis, kadang kadang meniru buku bergambar sehingga ada tulisan cetakan pada halaman dengan gambar coretan besar.

6. Anak di tahap ini mulai menulis huruf-huruf dan angka, mulai sadar bahwa ada simbol-simbol untuk mengomunikasikan makna.

7. Anak mulai menirukan tulisan kata-kata dari namanya sendiri atau huruf awal namanya. Anak menemukan huruf-huruf yang terlihat hampir sama bentuknya ketika bereksplorasi dengan simbol-simbol, mencari tahu fitur huruf-huruf dan angka yang berbeda. Contoh: 3, B, E, 8 dan F.

c. Tahap keaksaraan awal (usia 6 tahun)

1. Pada tahap ini anak belajar konsep tentang sebuah kata. Anak mulai membaca kata-kata dengan suara keras, menyadari bahwa setiap kata yang tertulis memiliki kata yang diucapkan.

2. Membaca kata demi kata ini dikenal sebagai penunjuk suara atau penunjuk kata. Ketika kata itu dianggap anak tidak masuk akal, anak akan membaca ulang dan mengoreksi sendiri.

3. Di tahapan ini anak dapat menceritakan kembali peristiwa yang terjadi secara sederhana.

4. Pemahaman anak yang meningkat terhadap kata juga ditunjukkan dalam tulisan anak, yaitu ada spasi di antara kata dengan kata yang lain. Anak mulai mengerti arti sebuah kalimat dan mulai memperhatikan tanda- tanda baca, seperti koma, tanda tanya, dan tanda titik untuk berhenti.

5. Anak mendengarkan kata-kata yang diucapkan orang dan merekam suara awal dan akhir dengan huruf terkait.

Baca juga: Berikut Tips Membangun Keterampilan Sosial pada Anak Usia Dini

6. Kata-kata yang dituliskan anak meliputi beberapa huruf vokal berdasarkan suara yang anak dengar dan huruf yang paling sesuai. Kadang-kadang nama huruf digunakan untuk sebuah suara, seperti: "bcack untuk becak, pnsil untuk pensil, duwa untuk dua".

7. Anak mulai mengenal ejaan karena anak cocok dengan suara yang mereka dengar dengan nama atau suara huruf yang terkait.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X